Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib. (EPA)
Menteri Intelijen Iran Esmail Khatib Tewas dalam Serangan Udara Israel
Riza Aslam Khaeron • 19 March 2026 10:13
Teheran: Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib, tewas dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Israel. Kematian tersebut dikonfirmasi langsung oleh Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang mengecam aksi tersebut sebagai "pembunuhan pengecut" dan menyatakan bahwa bangsa Iran sedang dalam masa "berduka mendalam."
Melansir BBC pada Kamis, 19 Maret 2026, serangan yang menewaskan Khatib terjadi pada Rabu waktu setempat.
Tewasnya pejabat tinggi intelijen ini menambah daftar panjang petinggi Iran yang gugur sejak eskalasi perang melawan Israel dan Amerika Serikat (AS) pecah pada 28 Februari lalu.
Sehari sebelum pengumuman ini, Israel juga telah menewaskan pejabat keamanan tertinggi Iran, Ali Larijani, serta kepala pasukan paramiliter Basij, Gholamreza Soleimani, dalam serangan terpisah.
Sejak wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada hari pertama perang, operasi militer Israel dan AS terus menargetkan jajaran kepemimpinan rezim guna melemahkan struktur komando senior Iran.
Melalui unggahan di platform X, Presiden Pezeshkian menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Iran atas gugurnya para pejabat tersebut. Ia menegaskan keyakinannya bahwa "perjuangan mereka akan terus berlanjut dengan lebih teguh dari sebelumnya."
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sebelumnya telah mengumumkan bahwa Khatib berhasil "dieliminasi" dalam operasi udara di Teheran.
| Baca Juga: Profil dan Rekam Jejak Ali Larijani, Pejabat Keamanan Tertinggi Iran yang Tewas |
"Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan saya telah memberi wewenang kepada IDF untuk melenyapkan pejabat senior Iran mana pun yang lingkaran intelijen dan operasionalnya telah ditutup, tanpa perlu persetujuan tambahan," tegas Katz.
Dalam pernyataan resminya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menuduh Kementerian Intelijen Iran berperan krusial dalam mendukung "represi dan aktivitas teroris" rezim.
IDF juga menuding Khatib memainkan "peran signifikan" dalam operasi penangkapan serta eksekusi pengunjuk rasa selama tindakan keras pemerintah terhadap aksi protes di Iran baru-baru ini.
Esmail Khatib diangkat sebagai Menteri Intelijen oleh mendiang Presiden Ebrahim Raisi pada tahun 2021. Ia memiliki latar belakang pendidikan fikih Islam di bawah bimbingan sejumlah ulama besar, termasuk Ayatollah Khamenei, dan pernah menduduki berbagai posisi strategis di Kementerian Intelijen serta Kantor Pemimpin Tertinggi.
Pada tahun 2022, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepadanya atas tuduhan keterlibatan dalam aktivitas siber yang menargetkan Amerika Serikat dan sekutunya.
Pada hari Rabu, kerumunan besar dilaporkan berkumpul di pusat kota Teheran untuk prosesi pemakaman Larijani, Soleimani, serta 84 pelaut yang tewas setelah kapal perang Iran ditenggelamkan oleh AS di lepas pantai Sri Lanka awal bulan ini.
Pemerintah Iran mencatat bahwa lebih dari 1.300 orang telah tewas dalam serangan Israel dan AS di wilayah Iran sejak perang dimulai, termasuk 226 wanita dan 204 anak-anak.
Sementara itu, organisasi hak asasi manusia Hrana yang berbasis di AS melaporkan angka kematian yang lebih tinggi, yakni sedikitnya 1.354 warga sipil dan 1.138 personel militer tewas, serta 622 korban lainnya yang belum terklasifikasi.
Sebagai balasan, Iran terus meluncurkan serangan balasan di berbagai titik di Timur Tengah, yang berdampak pada lonjakan harga minyak dunia menyusul penutupan efektif di jalur strategis Selat Hormuz.