Kemenhub: 10 Juta Orang Mudik Gunakan Angkutan Umum di 2026

Sejumlah calon penumpang bersiap menaiki bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Pulo Gebang, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/foc.

Kemenhub: 10 Juta Orang Mudik Gunakan Angkutan Umum di 2026

Fachri Audhia Hafiez • 21 March 2026 23:28

Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat lonjakan signifikan pergerakan masyarakat pada masa angkutan Lebaran 2026. Secara kumulatif, sejak H-8 hingga H-1 Lebaran, tercatat sebanyak 10.003.583 orang telah melakukan perjalanan mudik menggunakan berbagai moda transportasi umum di seluruh Indonesia.

"Pergerakan penumpang angkutan umum secara kumulatif, sejak H-8 hingga H-1 Lebaran tercatat mencapai 10.003.583 orang, ini menunjukkan kenaikan 9,23 persen dibandingkan dengan angkutan Lebaran 2025 sebanyak 9.158.315 orang," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi di Jakarta, dilansir Antara, Sabtu, 21 Maret 2026.
 


Titis memerinci, moda perkeretaapian menjadi yang paling diminati dengan total 2.981.945 penumpang, disusul oleh moda penyeberangan sebanyak 2.482.303 orang, dan angkutan udara sebesar 2.190.282 orang. 

Kenaikan tertinggi secara persentase terjadi pada sektor penyeberangan yang tumbuh 14,78 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, untuk arus kendaraan pribadi, tercatat lebih dari 117 ribu unit kendaraan keluar meninggalkan Jakarta melalui gerbang tol utama pada H-1.

Selain volume penumpang, Kemenhub juga menyoroti kinerja ketepatan waktu (on time performance/OTP) operasional angkutan umum. Sektor perkeretaapian mencatatkan performa terbaik dengan angka mencapai 98,90 persen. Di sisi lain, sektor penyeberangan masih menjadi tantangan dengan angka ketepatan waktu sebesar 63,19 persen pada puncak arus mudik kemarin.

Menyongsong berakhirnya masa libur Idulfitri, pemerintah kini mulai mengalihkan fokus pada pengaturan arus balik. Masyarakat diminta untuk segera mengatur jadwal kepulangan guna menghindari penumpukan kendaraan dan penumpang yang diprediksi akan mencapai titik tertingginya dalam beberapa hari ke depan.
 
"Masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal menghindari waktu-waktu puncak, serta mempertimbangkan alternatif jadwal perjalanan guna mengurangi kepadatan serta memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman," ujar Titis.

Kemenhub juga menekankan pentingnya penggunaan moda transportasi resmi yang berizin demi menjamin keselamatan. Para pemudik diingatkan untuk menjaga kondisi fisik, memastikan kesiapan kendaraan bagi yang menggunakan moda darat, serta selalu mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran perjalanan menuju kota asal.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)