Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Metro TV/ Iwan Gumilar)
Dedi Mulyadi Minta Oknum Nakes Penghujat Pasien BPJS Diberi Sanksi Tegas
Iwan Gumilar • 6 August 2026 10:15
Tasikmalaya: Dugaan perundungan siber (cyber bullying) yang dilakukan sejumlah oknum tenaga kesehatan (nakes) terhadap seorang pasien pengguna BPJS viral di media sosial. Kasus ini mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dedi menyatakan penanganan kasus berada dalam kewenangan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Meski demikian, ia meminta Wali Kota Tasikmalaya memberikan sanksi tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran etik oleh oknum nakes tersebut.
"Nanti saya minta wali kota memberika sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," kata Dedi di Bandung, Kamis, 6 Agustus 2026.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan nakes sebagai pelayan publik wajib menjunjung tinggi etika, profesionalisme, serta menghormati hak-hak pasien, termasuk dalam penggunaan media sosial.
"Jadi tidak boleh namanya pelayan, kemudian menyampaikan perkataan yang tidak pantas, apalagi kepada pasien yang meninggal. Nanti kan pasti ada ketentuan yang bisa diterapkan dalam bentuk sanksi kepada nakes tersebut," ungkap Dedi.
Saat ini, proses evaluasi terhadap dugaan pelanggaran tersebut masih berlangsung. Keputusan mengenai sanksi akan ditentukan oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. MI
Peristiwa ini bermula ketika seorang pasien bernama Yurizal Tri mengunggah curahan hati di media sosial Threads. Dalam unggahannya, ia mengaku kesulitan mendapatkan ruang perawatan meski kondisi kesehatannya sudah kritis.
Alih-alih mendapat simpati, unggahan tersebut justru menuai komentar bernada menghina dari sejumlah akun yang diduga merupakan oknum tenaga kesehatan. Berbagai komentar kasar memenuhi kolom tanggapan hingga memicu kecaman warganet.
Setelah kasus itu viral, sejumlah tenaga kesehatan yang diduga ikut berkomentar mulai memberikan klarifikasi melalui media sosial. Salah satunya Norma Zahara, tenaga kesehatan yang berasal dari RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya.