Pemukim Israel Bangun Pos Permukiman Ilegal Baru di Dekat Ramallah Tepi Barat

Permukiman ilegal Israel di Tepi Barat. (Anadolu Agency)

Pemukim Israel Bangun Pos Permukiman Ilegal Baru di Dekat Ramallah Tepi Barat

Muhammad Reyhansyah • 17 August 2026 14:22

Ramallah: Pemukim Israel dikabarkan telah mendirikan tenda untuk pos permukiman ilegal baru di barat laut Ramallah, Tepi Barat

Menurut kantor berita resmi Palestina, Wafa, kelompok pemukim mendirikan tenda di kawasan Wadi Zeytun, sebelah selatan Desa Umm Safa, yang disebut sebagai bagian dari upaya merebut lahan milik warga Palestina.

Jika pos tersebut berdiri, jumlah pos permukiman ilegal di sekitar Umm Safa akan bertambah menjadi enam.

Mengutip TRT World, Senin, 17 Agustus 2026, pos permukiman ilegal lainnya juga didirikan di Desa Burqa, dekat Ramallah.

Menurut Komisi Kolonisasi dan Perlawanan Tembok Palestina, pemukim Israel telah mendirikan 200 pos permukiman ilegal di seluruh Tepi Barat yang diduduki selama 1.000 hari sejak Israel melancarkan perang di Gaza pada Oktober 2023.

Sekitar 750.000 pemukim Israel tinggal di 156 permukiman dan 360 pos permukiman ilegal di Tepi Barat serta Yerusalem Timur yang diduduki. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menganggap permukiman tersebut ilegal berdasarkan hukum internasional.

Sementara itu, pengepungan terhadap tiga keluarga Palestina di Qusra, selatan Nablus, telah memasuki hari kedelapan. 

Wali Kota Qusra Abdul Azim Wadi mengatakan pasukan Israel mengubah sebuah rumah warga di kawasan Ras al-Ain menjadi barak militer, yang menurutnya meningkatkan ancaman dan gangguan terhadap warga di tengah serangan pemukim.

Di sejumlah wilayah lain di Tepi Barat, pasukan Israel juga dilaporkan melakukan penggerebekan, mendirikan pos pemeriksaan, mengeluarkan perintah penghentian pembangunan dan pembongkaran rumah, serta menahan sejumlah warga Palestina.

PBB melaporkan telah mendokumentasikan lebih dari 1.430 serangan pemukim terhadap 260 komunitas Palestina sejak awal 2026. Kekerasan pemukim dan pembongkaran yang dilakukan otoritas Israel disebut telah menyebabkan sekitar 3.800 warga Palestina terusir dari rumah mereka, hampir setengahnya merupakan anak-anak.

Baca juga:  Israel Bongkar 26 Bangunan Palestina di Tepi Barat, Klaim untuk Permukiman Baru

(Willy Haryono)