Ilustrasi transportasi publik. Foto: MI/Andri.
Tekan Konsumsi BBM, Komisi V DPR Dorong Perbaikan Transportasi Publik
Husen Miftahudin • 2 April 2026 21:08
Jakarta: Pemerintah meluncurkan paket kebijakan strategis sebagai langkah mitigasi terhadap risiko dan dinamika global yang tengah berkembang. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan eksternal yang memengaruhi sektor energi.
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Hamka B Kady memberikan apresiasi atas keputusan pemerintah yang tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, per 1 April 2026. Menurut dia, kebijakan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempertahankan stabilitas ekonomi nasional.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan yang berpotensi menimbulkan antrean panjang di SPBU.
"Pada situasi geopolitik yang memicu krisis dan lonjakan harga energi yang terasa di sejumlah negara, Presiden Prabowo Subianto justru tidak menaikkan harga BBM nasional. Ini keputusan yang tidak mudah. Kami sangat apresiasi itu," kata Hamka, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 2 April 2026.
Selain itu, Hamka turut mengapresiasi kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang terus melakukan evaluasi berkala terhadap perkembangan harga energi global. Langkah ini dinilai penting agar kebijakan yang diambil tetap berpihak kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Di samping itu, pemerintah juga dinilai telah mengambil langkah konkret dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam melalui peningkatan nilai tambah di dalam negeri serta mengurangi ketergantungan pada impor energi.
"Indonesia sudah menemukan sumber minyak mentah baru selain dari Timur Tengah. Sehingga bisa dikatakan stok BBM dalam negeri dalam kondisi yang sangat aman," ujar legislator dari Sulawesi Selatan itu.
| Baca juga: Anggaran Subsidi BBM Diharapkan Tetap Jaga Kestabilan Harga |

(Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Hamka B Kady. Foto: Istimewa)
Pembenahan transportasi publik jadi strategi tekan konsumsi BBM
Lebih jauh, Hamka menekankan pentingnya pembenahan sektor transportasi publik sebagai bagian dari strategi menekan konsumsi BBM. Menurut dia, perbaikan sistem transportasi umum oleh Kementerian Perhubungan akan menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi, sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi secara nasional.
"Salah satu yang menjadi atensi adalah minimnya pembenahan transportasi publik di sejumlah daerah, khususnya di wilayah perkotaan," jelas dia.
Menurut Hamka, transportasi publik merupakan kunci utama menekan konsumsi BBM. "Negara-negara yang membatasi penggunaan BBM dengan berbagai kebijakan adalah negara yang transportasi umumnya buruk," papar dia.
Sedangkan negara dengan transportasi umumnya baik, kebijakan tarif BBM menyesuaikan atau mengatur cadangan BBM. "Oleh karena itu, saya mendorong pemerintah pusat dalam hal ini Kemenhub untuk membenahi transportasi umum yang tujuannya untuk meningkatkan minat penggunaan angkutan umum, serta untuk memberikan kemudahan mobilitas masyarakat di perkotaan. Hal ini menjadi salah satu solusi untuk menekan konsumsi BBM," ujar Anggota Badan Anggaran DPR RI itu.
Jepang, misalnya, yang fokus pada membentuk budaya masyarakat yang gemar menggunakan transportasi publik yang berkontribusi dalam menekan konsumsi BBM. Jepang juga getol menggenjot efisiensi teknologi. Jepang dikenal sebagai pelopor kendaraan hemat energi, termasuk mobil hybrid. Standar efisiensi baha bakar yang ketat membuat produsen otomotif terus berinovasi.
Hal serupa dilakukan Pemerintah Korea Selatan yang mengembangkan transportasi publik modern terintegrasi. Sistem kereta bawah tanah (subway), bus cepat, dan kereta antarkota menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, khususnya di kota besar seperti Seoul.
"Dengan layanan yang nyaman, tepat waktu, dan terjangkau, masyarakat lebih memilih transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi, sehingga konsumsi BBM dapat ditekan," tutur Hamka.