12 Santriwati Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Pimpinan Ponpes di Kukar

Ilustrasi Pexels

12 Santriwati Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Pimpinan Ponpes di Kukar

Media Indonesia • 9 June 2026 14:16

Kukar: Belasan santriwati jadi korban pelecehan seksual diduga dilakukan oleh pimpinan pondok pesantren di Teggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Jumlahnya yakni 12 orang, dan kemungkinan bakal bertambah. 

“Ada satu korban lagi, yang memberanikan diri untuk melaporkan terkait peristiwa ini,” ujar Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kaltim, Rina Zainun, kepada Media Indonesia, Selasa, 9 Juni 2026. 

Sebelumnya ada 11 korban yang merupakan alumni ponpes tersebut berani melapor, kemudian bertambah satu orang yang berani menyampaikan laporan ke TRC PPA Kaltim. Kasus ini pun telah dilaporkan secara resmi ke Polda Kaltim. 

“Pada Minggu kemarin, 7 Juni 2026, kami sudah ke Polda Kaltim untuk melakukan pelaporan resmi, dan langsung membawa korban untuk visum ke Rumah Sakit Umum Daerah DR. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan dengan  didampingi penyidiknya,” ungkap Rina.

Ia memprediksi, jumlah korban lebih dari 12 orang bila ada yang berani melapor ke pihaknya. Dia menegaskan, pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga di tingkat pengadilan dan dinyatakan inkrah atau berkekuatan hukum. 

Ilustrasi Pexels

Bahkan, pihaknya juga mengupayakan agar para korban mendapatkan pendampingan Psikolog, berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim serta Dinas Sosial. Pasca-pelaporan, tim Psikologis dan Pekerja Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) hari ini telah berada di Kaltim, untuk bertemu dengan para korban.

“Pendampingan juga kami lakukan saat tim Psikolog dan Peksos dari Kemensos bertemu dengan para korban,” ujarnya.

Rina mengungkap, berdasarkan pengakuan korban mengaku dilecehkan berupa pencabulan hingga persetubuhan. Peristiwa itu dialami dalam rentang waktu bertahun-tahun selama menimba ilmu di ponpes tersebut. 

"Hal itu terungkap berdasarkan hasil asesmen serta pendampingan pada Rabu (3/6). Dimana seluruh korban menyampaikan keterangan memiliki pola yang sama,” jelas dia. (MI/Ervanmb/EM)

(Lukman Diah Sari)