Raja Yordania Abdullah II saat berbicara di Sidang Majelis Umum PBB sesi ke-81 di New York, AS, 22 September 2026. (Anadolu Agency)
Raja Yordania: Dunia Hanya Kelola Konflik Palestina-Israel, Bukan Menyelesaikannya
Willy Haryono • 23 September 2026 09:48
New York: Raja Yordania Abdullah II mengatakan bahwa komunitas internasional selama ini lebih condong memilih mengelola konflik Palestina-Israel ketimbang menyelesaikannya.
Dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB sesi ke-81 di New York, Amerika Serikat, Selasa, 22 September 2026, Raja Abdullah mengatakan bahwa dirinya selama bertahun-tahun telah memperingatkan bahaya membiarkan konflik Palestina-Israel tanpa penyelesaian.
“Selama beberapa dekade saya berdiri di hadapan majelis ini dan memperingatkan bahaya dari membiarkan konflik Palestina-Israel tidak terselesaikan. Namun, komunitas internasional memilih untuk mengelola konflik tersebut, bukan menghadapinya,” kata Abdullah, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Ia mengatakan setiap pelanggaran baru oleh Israel pada awalnya dianggap sebagai sesuatu yang bersifat sementara, hingga kemudian berubah menjadi permanen dan akhirnya menjadi kebijakan.
“Yang sementara menjadi permanen, dan yang permanen menjadi kebijakan,” ujar Raja Abdullah.
Kejahatan Perang
Sementara itu, Raja Abdullah menegaskan bahwa pemindahan paksa warga Palestina di Tepi Barat merupakan “kejahatan perang." Ia menggambarkan perkembangan di wilayah tersebut sebagai “perubahan mendasar," bukan sekadar eskalasi.Raja Abdullah mengatakan Israel terus memperluas permukiman di Tepi Barat dan menempatkan warga Palestina dalam kondisi “penundukan."
Menurutnya, perluasan permukiman, kekerasan, dan pemindahan warga Palestina yang terus berlangsung merupakan “unsur dari satu kebijakan” yang bertujuan memaksa warga Palestina meninggalkan tanah mereka.
Selain itu, Raja Abdullah juga mengatakan bahwa sedikitnya 300 anak Palestina tewas di periode 300 hari pertama gencatan senjata di Gaza. Dari serangkaian gempuran Israel di sana, Raja Abdullah mengatakan bahwa rumah sakit lapangan Yordania juga menjadi sasaran.
Baca juga: Erdogan Desak Komunitas Global Lebih Menekan Israel demi Rekonstruksi Gaza