Pramono Sebut Ekonomi Jakarta Terjaga di Tengah Tekanan Geopolitik

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Foto: Antara.

Pramono Sebut Ekonomi Jakarta Terjaga di Tengah Tekanan Geopolitik

Anggi Tondi Martaon • 5 August 2026 18:53

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan ekonomi Ibu Kota terjaga di tengah tekanan geopolitik. Hal itu ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,52 persen secara tahunan pada triwulan II 2026.

"Yang secara signifikan terlihat adalah kontribusi terhadap PDRB. Jakarta memberikan kontribusi Rp1.050,02 triliun dari Rp6.552 triliun untuk PDRB-nya. Ini menunjukkan bahwa Jakarta terjaga pertumbuhan ekonominya ketika tekanan geopolitik sedang terjadi," kata Pramono dikutip dari Antara, Rabu, 5 Agustus 2026.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga mengemukakan inflasi tahunan Jakarta pada Juli 2026 sebesar 2,5 persen. Angka tersebut lebih rendah dari nasional yang mencapai 2,88 persen.

"Memang harus ada kerja detail. Dan kebetulan di Jakarta ini infrastrukturnya relatif lebih baik. Orkestrasi Pemerintah di Jakarta ini dalam kondisi geopolitik yang seperti ini, hampir semua makro ekonomi Jakarta ini selalu kalau tidak nomor satu nomor dua," ungkap Pramono.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun berkomitmen ingin terus menjaga tren positif tersebut. Sehingga, Ibu Kota tetap aman dan nyaman.

"Mudah-mudahan pertumbuhan nasional dan juga pertumbuhan Jakarta bisa menjaga momentum dalam keadaan dunia yang sedang seperti ini. Pertumbuhan ekonomi nasional bisa 5,29 persen itu juga cukup baik," sebut Pramono.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyampaikan, lapangan usaha dengan kontribusi terbesar pada perekonomian Jakarta pada triwulan II 2026 yakni perdagangan besar dan eceran yang memberikan kontribusi 18,24 persen.

Ilustrasi DKI Jakarta. Foto: MI.

Selanjutnya, jasa keuangan dengan kontribusi 11,16 persen dan konstruksi yang berkontribusi sebesar 10,84 persen terhadap ekonomi Jakarta.

“Ini sejalan dengan realisasi penanaman modal baik penanaman modal asing maupun dalam negeri, telah terjadi peningkatan yang cukup signifikan,” kata Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto.

(Anggi Tondi)