Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: Dok. Metro TV.
AHY Siagakan Tim Reaksi Cepat Perbaiki Jalan Rusak di Jalur Mudik
Fachri Audhia Hafiez • 11 March 2026 11:32
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan memastikan kelancaran arus mudik dengan menyiagakan tim reaksi cepat untuk menangani kerusakan infrastruktur. Fokus utama diarahkan pada preservasi dan perbaikan jalan berlubang di sepanjang jalur mudik guna menjamin keselamatan serta kenyamanan pengendara.
“Kita memahami bahwa kita juga harus terus melakukan preservasi, memperbaiki jalan-jalan yang memang rusak. Sudah kita siapkan dari Kementerian Pekerjaan Umum yang dinamakan dengan Disaster Relief Unit (DRU),” ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam konferensi pers pemerintah terkait persiapan mudik dikutip dari Breaking News Metro TV, Rabu, 11 Maret 2026.
AHY menjelaskan bahwa tugas utama tim DRU adalah melakukan penanganan darurat dengan menggelar alat berat dan material secara cepat. Langkah ini diambil agar kerusakan jalan, seperti lubang yang dapat menghambat perjalanan atau memicu kecelakaan, bisa segera tertangani sebelum kepadatan kendaraan memuncak.
“Tugasnya adalah secara cepat menggelar alat-alat berat dengan material yang digunakan untuk segera memperbaiki atau menambal jalan-jalan yang berlobang agar bisa segera digunakan dan tidak terlalu menghambat perjalanan,” ujar AHY.
(1).jpeg)
Konferensi pers pemerintah terkait persiapan mudik. Foto: Breaking News Metro TV.
Di sisi lain, pemerintah telah mengidentifikasi ribuan titik rawan yang memerlukan pengawasan ekstra. Tercatat ada 807 titik rawan banjir, 1.641 titik rawan longsor, serta 15 titik rawan banjir rob yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Untuk mengantisipasi kendala tersebut, sebanyak 1.461 unit tim DRU telah disebar ke titik-titik strategis. Seluruh unit tersebut dipastikan telah siap beroperasi lengkap dengan dukungan alat berat dan stok material perbaikan jalan.