Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman keluar dari Gedung Satreskrim Polresta Banyumas di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2026) malam, sebelum dibawa ke Jakarta setelah menjalani pemeriksaan awal yang dilakukan tim penyidik KPK. AN
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sejumlah Pejabat ke Jakarta
Whisnu Mardiansyah • 13 March 2026 22:47
Banyumas: Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman beserta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dibawa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Jakarta setelah menjalani pemeriksaan awal di Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas, Jumat malam, 13 Maret 2026.
Dari pantauan di Markas Polresta Banyumas, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Syamsul yang mengenakan masker putih tampak keluar dari Gedung Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) pada pukul 21.05 WIB, disusul sejumlah pejabat Pemkab Cilacap dan penyidik KPK. Saat ditanya wartawan, Syamsul maupun pejabat lainnya enggan memberikan komentar.
Mereka langsung menuju beberapa mobil yang telah disiapkan di halaman Gedung Satreskrim. Setelah seluruh pejabat berada di dalam mobil, rombongan langsung meninggalkan Markas Polresta Banyumas menuju Stasiun Purwokerto. Sesampainya di Stasiun Purwokerto, rombongan masuk ke Ruang Tunggu VIP untuk menunggu keberangkatan KA Purwojaya tujuan Jakarta Gambir pada pukul 21.37 WIB.
Baca Juga :
KPK Sita Uang terkait OTT Bupati Cilacap
Informasi yang dihimpun, selain Sekretaris Daerah Cilacap, beberapa pejabat yang turut dibawa ke Jakarta bersama Bupati Syamsul meliputi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air.
Sebelum Bupati Syamsul dan sejumlah pejabat meninggalkan Markas Polresta Banyumas, Sekretaris DPRD Kabupaten Cilacap Basuki Priyo Nugroho tampak mendatangi Gedung Satreskrim sekitar pukul 19.00 WIB dan keluar sekitar pukul 20.45 WIB. Saat ditemui wartawan, Basuki enggan memberikan komentar terkait pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK.

Jubir KPK Budi Prasetyo. Foto: Metro TV/Candra
Ia yang baru melaksanakan dinas luar kota itu mengaku hanya berada di lantai 1 Gedung Satreskrim dan tidak bertemu dengan Syamsul maupun penyidik KPK.
"Tidak bertemu, saya di luar, di lantai 1," katanya seperti dilansir Antara.
Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan 26 orang lainnya terkait dugaan penerimaan dari proyek-proyek di Kabupaten Cilacap.
"Diduga ada penerimaan yang diterima oleh pihak bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.