Rupiah Dibuka ke Rp17.275/USD Rabu Pagi

Ilustrasi rupiah. Metrototvnews.com/Eko Nordiansyah

Rupiah Dibuka ke Rp17.275/USD Rabu Pagi

Eko Nordiansyah • 29 April 2026 09:26

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami penurunan. Rupiah tertekan saat dolar AS mengalami penguatan.

Mengutip data Bloomberg, Rabu, 29 April 2026, rupiah hingga pukul 10.48 WIB berada di level Rp17.275 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 32 poin atau setara 0,19 persen dari Rp17.243 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.240 per USD. Rupiah turun tipis 10 poin dari Rp17.230 per USD pada pembukaan perdagangan kemarin.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Rupiah fluktuatif cenderung melemah


Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak secara fluktuatif, cenderung melemah. Mata uang Garuda akan bergerak dalam kisaran Rp17.240 hingga Rp17.280 per USD.

Ibrahim menilai sentimen eksternal masih menjadi faktor dominan. Ia menyebut,di tengah dinamika global yang masih dipenuhi ketidakpastian, khususnya terkait konflik di Timur Tengah. 

Upaya untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran dinilai belum menunjukkan kemajuan signifikan, terutama dengan masih terganggunya jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

“Iran memang menawarkan proposal baru untuk membuka kembali Selat Hormuz, namun Washington masih skeptis karena proposal tersebut tidak menyentuh isu utama terkait program nuklir,” ujar Ibrahim.

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan Federal Reserve. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga, sembari memberikan petunjuk lanjutan terkait prospek inflasi di tengah tekanan harga energi global.

Dari dalam negeri, meskip sejumlah indikator makroekonomi Indonesia relatif solid seperti inflasi terjaga, pertumbuhan ekonomi stabil, serta sistem keuangan cukup kuat, masih terdapat tantangan struktural yang perlu diperhatikan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)