Asap dari serangan AS di wilayah Iran. (Anadolu Agency)
Perang Iran Bebani Militer AS, Komandan Senior Khawatirkan Krisis Global Lain
Muhammad Reyhansyah • 31 August 2026 12:29
Washington: Sejumlah komandan senior militer Amerika Serikat (AS) memperingatkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth bahwa perang melawan Iran yang telah berlangsung selama enam bulan semakin membebani kapasitas militer AS dan mengancam kemampuan Washington merespons krisis global lainnya.
Menurut laporan The Washington Post, peringatan tersebut tercantum dalam edisi 14 Agustus dari Secretary of Defense Orders Book, dokumen internal rahasia yang digunakan untuk mengatur pengerahan militer AS.
“Para kepala Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara AS bersama komandan senior yang bertanggung jawab atas operasi di Eropa, Asia, dan Amerika Latin menilai perang tersebut telah berlangsung terlalu lama dan terlalu berat,” sebut laporan itu, dikutip dari TRT World, Senin, 31 Agustus 2026
Komandan US European Command, US Indo-Pacific Command, dan US Southern Command, serta kepala operasi Angkatan Laut AS, secara resmi menyatakan ketidaksetujuan terhadap perintah yang memperpanjang penempatan pasukan mereka di Timur Tengah.
Meski demikian, mereka tetap menyatakan akan menjalankan misi tersebut.
Menurut laporan itu, pengerahan kapal perang dan pesawat pengintai ke US Central Command yang menangani operasi di Timur Tengah telah mengurangi kapasitas militer AS untuk melakukan latihan dan mempertahankan wilayahnya sendiri.
Angkatan Laut AS juga disebut semakin terbebani untuk memenuhi kebutuhan perang, sementara keterbatasan pemeliharaan kapal berisiko menyebabkan kekurangan armada jika konflik lain pecah.
Lebih dari 50.000 tentara AS saat ini ditempatkan di kawasan Timur Tengah. Sejumlah unit diperintahkan memperpanjang penugasannya hingga September, sementara sebagian lainnya akan tetap dikerahkan hingga 2027.
Kepemimpinan Angkatan Darat dan Angkatan Udara AS menyetujui perpanjangan tersebut, tetapi memperingatkan bahwa keputusan itu membawa “risiko signifikan."
Juru bicara Pentagon Sean Parnell menolak mengomentari dokumen tersebut maupun perselisihan internal secara spesifik. Ia mengatakan keputusan pengerahan pasukan didasarkan pada prioritas strategis yang ditetapkan presiden serta masukan dari Ketua Kepala Staf Gabungan dan para komandan.
Baca juga: Garda Revolusi Iran sebut AS Lakukan Serangan ke Pulau Larak, Korban Tewas Berjatuhan