Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.860 per USD

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.860 per USD

Eko Nordiansyah • 3 March 2026 09:16

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami penguatan tipis. Rupiah menguat atas dolar AS yang juga mengalami penguatan di tengah serangan AS-Israel ke Iran.

Mengutip data Bloomberg, Selasa, 3 Maret 2026, rupiah berada di level Rp16.860 per USD. Mata uang Garuda tersebut naik delapan poin atau setara 0,05 persen dari Rp16.868 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp16.843 per USD. Mata uang Garuda melemah dibandingkan pada pembukaan perdagangan pagi kemarin sebesar Rp16.774 per USD.

Baca Juga :

Dolar AS Melonjak ke Level Tertinggi Imbas Konflik AS-Iran



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
 

Rupiah fluktuatif cenderung melemah

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah pada hari ini akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah. Mata uang Garuda diperkirakan berada di rentang Rp 16.860 – Rp 16.910 per dolar AS.

Ibrahim mengatakan, rilis data Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur Indonesia tak bisa meredam pelemahan rupiah. Meski PMI Manufaktur melanjutkan penguatan ke level 53,8 pada Februari 2026 dari bulan sebelumnya yang berada di angka 52,6. 

“Peningkatan PMI manufaktur utamanya didorong oleh percepatan pertumbuhan permintaan terhadap produk manufaktur Indonesia. Permintaan baru naik selama tujuh bulan berturut-turut, dengan tingkat pertumbuhan di posisi paling kuat sejak November 2025,” ucap Ibrahim. 

Berdasarkan laporan peserta survei, jumlah pelanggan naik dan kepercayaan diri membaik. Data menunjukkan bahwa pertumbuhan total permintaan baru terjadi secara luas, seiring produsen manufaktur Indonesia mencatat kembali peningkatan pesanan ekspor baru untuk pertama kali dalam 6 bulan. Kenaikan pada permintaan ekspor baru merupakan yang paling tajam sejak Mei 2022. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)