Kondisi Gaza sudah hancur akibat serangan Israel. Foto: Anadolu
Pejabat BoP Peringatkan Kondisi Gaza Masih Memprihatinkan
Muhammad Reyhansyah • 25 March 2026 11:16
Washington: Seorang pejabat senior dari Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza memperingatkan bahwa kondisi di Gaza masih sangat memprihatinkan meskipun terdapat sejumlah perbaikan awal.
Perwakilan tinggi untuk Gaza dari BoP, Nickolay Mladenov, menyampaikan bahwa “meskipun terdapat peningkatan signifikan melalui penerapan fase pertama, situasi di Gaza tetap sangat, sangat sulit.”
“Layanan esensial hanya berjalan pada sebagian kecil dari kapasitas sebelum konflik. Sistem layanan kesehatan berada dalam kondisi kolaps. Tidak ada ekonomi yang berfungsi,” ujar Mladenov, dikutip dari TRT World, Rabu, 25 Maret 2026.
Mladenov memaparkan tiga prioritas mendesak, yang pertama adalah memastikan penyeberangan Rafah tetap dibuka untuk memungkinkan lebih banyak orang keluar-masuk Gaza. Ia memperingatkan bahwa “setiap pembatasan operasionalnya secara langsung menghambat pelaksanaan fase kedua gencatan senjata.”
Terkait bantuan kemanusiaan, ia menilai bahwa “arus bantuan saat ini belum memadai dibandingkan dengan skala kebutuhan,” seraya menekankan pentingnya peningkatan jumlah truk yang diizinkan masuk ke Gaza dalam waktu dekat.
Ia juga menambahkan bahwa “jalur distribusi sudah siap, namun aksesnya perlu ditingkatkan.” Selain itu, ia mendorong percepatan penyediaan hunian sementara, dengan menegaskan bahwa “lebih dari dua juta orang tidak dapat terus hidup dalam kondisi yang tidak layak.”
Kesenjangan bantuan masih terjadi
Mladenov mengakui bahwa “tidak ada rencana yang sempurna,” namun menegaskan pentingnya pelaksanaan penuh kesepakatan gencatan senjata.Ia menyebut kesepakatan tersebut sebagai “satu-satunya dokumen yang menghubungkan proses pelucutan senjata, rekonstruksi, transisi sipil, dan penyatuan kembali institusi Palestina dalam satu rangkaian.”
“Jika kita serius mendorong perdamaian antara Israel dan Palestina, maka kita juga harus serius dalam melaksanakan rencana ini,” katanya.
Sementara itu, utusan Amerika Serikat, Mike Waltz, juga mengakui bahwa upaya kemanusiaan yang ada saat ini masih belum mencukupi.
“Benar sekali, masih banyak yang harus dilakukan. Kita masih memiliki jalan panjang ke depan,” ujarnya dalam forum yang sama, seraya menambahkan bahwa Washington terus bekerja sama dengan para mitra untuk memperkuat akses bantuan ke dan di dalam Gaza.
Ia juga menekankan perlunya penyediaan hunian yang lebih layak serta layanan kesehatan yang berkelanjutan. Menurutnya, meskipun sebelumnya lebih dari 4.000 truk bantuan masuk setiap pekan dalam beberapa bulan terakhir, jumlah tersebut kini mengalami penurunan.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com