Wamendagri RI Ribka Haluk bersalaman Ketua LMA Kabupaten Lanny Jaya Tias Kogoya usai penyelesaian konflik suku yang dilaksanakan di Mapolres Jayawijaya. ANTARA/Yudhi Efendi
Wamendagri: Masalah di Papua Pegunungan Cukup Diselesaikan Tokoh Gereja dan Adat
Achmad Zulfikar Fazli • 24 May 2026 13:51
Wamena: Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk, berharap setiap permasalahan yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan (Papeg) dapat diselesaikan dengan cara baik. Dia menegaskan setiap masalah di Papua Pegunungan cukup diselesaikan melalui tokoh gereja dan adat.
“Kalau ada masalah supaya diselesaikan dengan baik-baik, tidak perlu dibawa ke pemerintah tetapi penyelesaiannya dapat melibatkan tokoh gereja dan adat,” kata Ribka dalam keterangan di Wamena, dilansir dari Antara, Minggu, 24 Mei 2026.
Hal ini disampaikan Ribka saat menghadiri perdamaian konflik suku di Wamena yang dilakukan dengan prosesi adat di Mapolres Jayawijaya, Papua Pegunungan. Menurut dia, penyelesaian sebuah masalah di dalam keluarga, kampung, atau desa cukup dilakukan secara berjenjang dengan melibatkan semua tokoh-tokoh agama dan adat di daerah itu.
“Kalau ada masalah di dalam keluarga supaya segera diselesaikan, kalau tidak bisa dibawa ke kampung, kalau tidak bisa lanjutkan ke kelurahan supaya penanganannya dapat terarah dengan baik,” kata dia.
Dia menjelaskan masyarakat di wilayah Papua Pegunungan sudah menerima Injil. Kitab suci itu merupakan pintu kebenaran, sehingga perselisihan keluarga hingga berbuntut konflik perang suku supaya dihentikan mulai sekarang.
“Masyarakat di Papeg sudah menerima Injil sehingga ke depan setiap ada masalah supaya dapat diselesaikan dengan baik dan tidak perlu lagi perang suku seperti saat ini telah terjadi,” kata dia.
Baca Juga:
Situasi di Wamena Berangsur Membaik Usai Konflik Suku |

Wamendagri RI Ribka Haluk bersalaman Ketua LMA Kabupaten Lanny Jaya Tias Kogoya usai penyelesaian konflik suku yang dilaksanakan di Mapolres Jayawijaya. ANTARA/Yudhi Efendi
“Kami minta seluruh tokoh intelektual supaya bersatu, seluruh masyarakat asli Papeg adalah keluarga besar, sehingga persatuan dan kesatuan itu harus dijaga dengan baik supaya dapat membantu pemerintah mempercepat pembangunan di daerah ini,” ujar dia.