Tangkapan layar video kelompok pelajar yang diduga membawa dan memamerkan senjata tajam saat mengendarai sepeda motor di sekitar flyover Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan. Foto: ANTARA/HO-Instagram/jakartaselatan24jam/Luthfia Miranda Putri.
Polisi Usut Kelompok Pelajar Bawa Sajam di Flyover Kalibata
Fachri Audhia Hafiez • 20 September 2026 08:34
Jakarta: Kepolisian Sektor (Polsek) Pancoran bersama Polres Metro Jakarta Selatan menyelidiki aksi sekelompok pelajar yang diduga membawa dan memamerkan senjata tajam (sajam) saat mengendarai sepeda motor. Peristiwa ini terjadi di sekitar flyover Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis malam, 17 September 2026.
"Polsek Pancoran mendapat informasi terkait adanya sekelompok pelajar yang mengendarai sepeda motor dengan membawa senjata tajam di sekitaran flyover Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan," kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 20 September 2026.
Menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, piket fungsi Polsek Pancoran langsung bergerak menyisir lokasi dari area flyover Kalibata City hingga perbatasan wilayah Jakarta Timur. Kelompok remaja tersebut diduga telah membubarkan diri sebelum petugas tiba di lokasi kejadian.
Guna memastikan kebenaran peristiwa yang terekam dalam video viral itu, petugas mengumpulkan keterangan dari para saksi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
"Kemudian, petugas mencari informasi di sekitar lokasi dan didapat informasi dari warga yang membenarkan bahwa memang ada sekelompok remaja yang mengendarai sepeda motor dan juga memamerkan senjata tajam," ujar Joko.
Joko menjelaskan bahwa pihak kepolisian hingga kini masih mendalami motif dari aksi pengacungan sajam tersebut, termasuk mencari tahu apakah kelompok remaja itu sempat terlibat tawuran atau gesekan dengan kelompok lain. Berdasarkan hasil penelusuran sementara, belum ditemukan indikasi bentrokan fisik di lapangan.
Untuk mengidentifikasi para pelaku dan memperjelas motif aksi pemuatan senjata tajam tersebut, kepolisian tengah mengumpulkan data tambahan berupa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang rute yang dilintasi.
"Jadi, saat ini masih kami telusuri. Kami masih mencari informasi dan juga dari CCTV yang ada. Artinya, apa sih yang dilakukan kelompok ini," tutur Joko.
Polisi juga masih mengonfirmasi apakah seluruh anggota kelompok tersebut berstatus sebagai pelajar aktif. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang melihat atau menemukan indikasi gangguan kamtibmas serupa agar segera menghubungi layanan darurat Kepolisian 110 agar dapat ditindaklanjuti secara cepat.