Komdigi Perkuat Konektivitas Cari 5 Jurnalis di Selat Sunda

Personel Basarnas bersiap menerbangkan pesawat nirawak saat pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (9/9/2026). ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/tom.

Komdigi Perkuat Konektivitas Cari 5 Jurnalis di Selat Sunda

Siti Yona Hukmana • 9 September 2026 17:42

Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menguatkan kualitas konektivitas telekomunikasi dalam pencarian lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda. Rombongan pewarta ini hilang kontak usai meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Kemkomdigi juga memberi dukungan upaya pencarian rombongan wartawan dengan penguatan kualitas telekomunikasi di wilayah sekitar Selat Sunda,” kata Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 9 September 2026.

Komdigi juga mengupayakan koordinasi intensif dengan operator telekomunikasi untuk memastikan dukungan konektivitas andal dapat mendukung berjalannya operasi pencarian dan pertolongan dengan optimal. Meutya menjanjikan Komdigi aktif mengevaluasi kebutuhan dukungan jaringan konektivitas, agar sesuai dengan perkembangan operasi pencarian di lapangan.

Meutya turut menyampaikan keprihatinannya terhadap peristiwa itu dan mengajak masyarakat mendoakan keselamatan dari rombongan jurnalis yang kini masih dalam pencarian tersebut. Tidak hanya itu, ia mengajak masyarakat bijak memantau sumber informasi dan lebih mempercayai sumber-sumber terpercaya, sehingga tidak terpengaruh oleh sumber yang tidak benar atau berpotensi menyesatkan.

Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang sifatnya masih spekulatif termasuk mengenai kondisi korban, lokasi keberadaan rombongan, maupun perkembangan operasi pencarian yang faktanya belum dikonfirmasi.

Ia berharap masyarakat dapat memberikan ruang dan dukungan kepada keluarga serta tim SAR untuk menjalankan proses pencarian dengan tenang. Meutya menegaskan, fokus utama saat ini adalah keselamatan seluruh korban dan kelancaran operasi pencarian. Informasi dan perkembangan terbaru secara resmi dipastikan akan disalurkan lewat kanal komunikasi pemerintah.

“Yang paling utama saat ini adalah mendoakan keselamatan seluruh rekan jurnalis dan awak kapal, serta mendukung upaya pencarian agar mereka dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” kata Meutya.

Sebagai sosok yang pernah menjalankan tugas-tugas jurnalistik, Meutya turut mengingatkan para insan pers agar selalu mengutamakan aspek keamanan dalam berbagai peliputan. Terutama peliputan di daerah bencana seperti saat meliputi erupsi gunung yang beberapa waktu ini terjadi di sejumlah titik Indonesia.

Kapolda Banten Irjen Hengki di posko pencarian di wilayah Pandeglang. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir

Ia mengingatkan keselamatan diri harus diprioritaskan dengan mengikuti arahan dari otoritas terkait. Sehingga, peliputan dapat berjalan dengan aman dan terkendali.

"Kami mengimbau seluruh insan pers maupun masyarakat untuk mematuhi batas aman dan arahan otoritas terkait, tidak mendekati kawasan berbahaya, serta memperhatikan perkembangan cuaca, kondisi laut, dan aktivitas vulkanik sebelum melakukan kegiatan di lapangan,” ungkap Meutya.

Sebelumnya, Basarnas menggelar operasi pencarian sebuah kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis, yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin, 7 September 2026 pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi terakhir mencatat korban sempat mengirimkan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat duga 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.

Data sementara rombongan yang dilaporkan belum ditemukan terdiri dari M. Bagus Khoirunnas (Jurnalis Antara), Ari Basuki (Jurnalis Merdeka), Yudhis (Jurnalis iNews), Daus (Jurnalis Anadolu), Donal (freelance), serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.

(Siti Yona Hukmana)