Targetkan Kredit Tumbuh di Atas 10% pada 2026, OJK: Mudah-mudahan Tercapai

Ilustrasi. Foto: Dok MI/Ramdani

Targetkan Kredit Tumbuh di Atas 10% pada 2026, OJK: Mudah-mudahan Tercapai

Eko Nordiansyah • 15 July 2026 11:36

Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap, pertumbuhan kredit industri perbankan bisa melampaui level 10 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada akhir tahun ini. Pertumbuhan kredit didukung oleh kuatnya likuiditas dan tingkat suku bunga yang diproyeksikan terkendali.

“Mudah-mudahan kita akan tercapai di atas 10 persen (kredit) growth pada akhir tahun nanti. Mudah-mudahan ini akan menjadi semakin baik,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae saat dijumpai wartawan di Kantor OJK, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 15 Juli 2026.

Dian memandang, kondisi likuiditas perbankan saat ini bukan menjadi persoalan. Hal ini sejalan dengan keputusan pemerintah untuk tidak menarik dana saldo anggaran lebih (SAL) yang ditempatkan di bank-bank anggota Himbara, bahkan menambah likuiditas di perbankan.

Ia mencatat, dari berbagai indikator yang ada, kondisi likuiditas industri perbankan, juga masih berada jauh di atas standar yang dipersyaratkan. Dengan demikian, risiko likuiditas dinilai sangat rendah.

Pada sisi lain, Dian juga melihat pertumbuhan kredit terus menunjukkan tren positif secara tahunan. Perkembangan tersebut diyakini akan menopang pertumbuhan kredit hingga akhir tahun.

OJK memperkirakan tingkat suku bunga kredit akan lebih terkendali, seiring dengan kondisi dana pihak ketiga (DPK) yang diperkirakan tetap stabil.

Meski Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate), Dian memproyeksikan bahwa dampaknya terhadap penyesuaian suku bunga kredit tidak akan terjadi secara langsung.

“Saya kira seperti biasanya, perbankan itu masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan untuk kredit (bunga kredit pasca BI-Rate). Karena kan jangan sampai menimbulkan masalah ke debitur. Jadi ini akan ada penyesuaian, tapi masa penyesuaian yang menurut saya normal saja, biasanya akan berlangsung beberapa bulan,” kata Dian.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Proyeksi kredit tahun ini tumbuh 10-12%

OJK memproyeksikan pertumbuhan kredit pada 2026 mencapai kisaran 10-12 persen secara tahunan, sebagaimana yang telah disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) pada awal tahun ini. Sementara DPK diproyeksikan tumbuh sebesar tujuh sampai sembilan persen.

Pada Mei 2026, kredit perbankan tercatat tumbuh 11,51 persen (yoy) menjadi sebesar Rp8.918 triliun. Pertumbuhan ini lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 9,98 persen (yoy).

Di sisi lain, DPK tumbuh sebesar 13,49 persen (yoy) menjadi Rp10.294 triliun. Secara rinci, giro, deposito dan tabungan masing-masing tumbuh sebesar 20,53 persen (yoy), 10,17 persen (yoy), dan 10,21 persen (yoy).

Likuiditas industri perbankan pada Mei 2026 tetap memadai, dengan rasio alat likuid/non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid/dana pihak ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 108,20 persen dan 24,74 persen, masih di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen. Adapun liquidity coverage ratio (LCR) berada di level 186,54 persen.

(Eko Nordiansyah)