Ilustrasi pola makan. Foto: Freepik.
Menkes Ingatkan Pola Makan Buruk Tingkatkan Risiko Stroke hingga Jantung
M. Iqbal Al Machmudi • 11 July 2026 11:11
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan, pola makan yang buruk dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti stroke, jantung, kanker, dan gangguan ginjal. Adapun penyakit-penyakit itu tercatat menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
"Banyak orang merasa dirinya sehat hari ini, padahal lima atau sepuluh tahun lagi berisiko terkena stroke atau serangan jantung akibat pola makan yang buruk," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya, Sabtu, 11 Juli 2026.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Data menunjukkan sebanyak 96,7 persen penduduk usia 5 tahun ke atas kurang mengonsumsi buah dan sayur. Selain itu, 33,7 persen penduduk gemar mengonsumsi makanan manis dan 47,5 persen gemar mengonsumsi minuman manis.
Angka obesitas pada penduduk usia 18 tahun ke atas juga melonjak. Dari sebelumnya 15,4 persen pada 2013 menjadi 23,4 persen pada 2023.
Sebagai bagian dari kebijakan pengendalian risiko penyakit tidak menular (PTM), Kemenkes gencar mendorong program Nutri-Level. Kebijakan ini dirancang agar masyarakat dapat dengan mudah memahami, membandingkan, serta memilih produk pangan berdasarkan kandungan gula, garam, dan lemaknya (GGL).
"Fokus dari Nutri-Level ini adalah pada penguatan edukasi konsumen saat berbelanja, bukan berupa pelarangan produk di pasar," ujar kata Budi.
Ilustrasi makanan berimbang. Foto: dok. Medcom.
Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes Niken Wastu Palupi menambahkan, solusi atas persoalan salah gizi sebenarnya dekat dengan masyarakat melalui pangan lokal yang lebih segar dan terbebas dari proses pengolahan berlebih (ultra-processed food).
Kemenkes menetapkan batas harian konsumsi GGL maksimal adalah empat sendok makan gula, satu sendok teh garam, dan lima sendok makan lemak per hari.