Sudan terjerumus ke dalam kekacauan pada April 2023 ketika perebutan kekuasaan antara militer dan RSF meletus. (Anadolu Agency)
Serangan Drone RSF di Sudan Tewaskan 24 Pengungsi, Termasuk 8 Anak
Willy Haryono • 8 February 2026 09:59
Khartom: Serangan drone oleh kelompok paramiliter RSF menghantam sebuah kendaraan yang membawa keluarga pengungsi di Sudan bagian tengah pada Sabtu kemarin, menewaskan sedikitnya 24 orang, termasuk delapan anak, menurut keterangan kelompok dokter Sudan Doctors Network.
Serangan ini terjadi sehari setelah konvoi bantuan World Food Programme (WFP) menjadi sasaran di Sudan.
Dilansir dari PBS News, Minggu, 8 Februari 2026, serangan terjadi di dekat kota Rahad, Provinsi North Kordofan, kata Sudan Doctors Network yang memantau perang berkepanjangan di Sudan. Kendaraan yang diserang mengangkut warga yang mengungsi dari pertempuran di wilayah Dubeiker.
Sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan untuk perawatan ke Rahad, wilayah yang mengalami kekurangan parah pasokan medis.
Sudan Doctors Network mendesak komunitas internasional dan organisasi hak asasi manusia untuk “segera mengambil tindakan melindungi warga sipil dan meminta pertanggungjawaban langsung pimpinan RSF atas pelanggaran-pelanggaran ini.”
Sejauh ini ada komentar dari RSF, yang telah berperang melawan militer Sudan selama sekitar tiga tahun terakhir untuk memperebutkan kendali negara.
Sudan terjerumus ke dalam kekacauan pada April 2023 ketika perebutan kekuasaan antara militer dan RSF meletus menjadi pertempuran terbuka di ibu kota Khartoum dan wilayah lain, menewaskan puluhan ribu orang serta memaksa jutaan lainnya mengungsi.
Konvoi bantuan WFP diserang
Serangan drone pada Jumat lalu yang menargetkan konvoi bantuan WFP di Provinsi North Kordofan menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya, kata Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Sudan, Denise Brown.Brown mengatakan konvoi tersebut tengah menuju kota Obeid untuk mengirimkan “bantuan pangan penyelamat jiwa” bagi para pengungsi ketika diserang. Truk-truk bantuan terbakar dan muatannya hancur akibat serangan tersebut.
“Serangan terhadap operasi bantuan merusak upaya menjangkau orang-orang yang menghadapi kelaparan dan pengungsian,” ujarnya dalam pernyataan.
Pekan lalu, sebuah serangan drone juga menghantam area dekat fasilitas WFP di Provinsi Blue Nile, melukai seorang pekerja WFP, tambah Brown.
Kelompok independen Emergency Lawyers menyalahkan RSF atas serangan itu. Sementara itu, Sudan Doctors Network menyebutnya sebagai “pelanggaran mencolok hukum humaniter internasional dan merupakan kejahatan perang sepenuhnya.”
Baca juga: RSF Bombardir Rumah Sakit di Sudan Selatan, 22 Orang Tewas