Salah seorang petugas BPBD Provinsi Kepulauan Babel berjibaku memadamkan api di lahan kering (ANTARA/Aprionis)
16 Hektare Lahan di Babel Terbakar Selama Juni 2026
Silvana Febiari • 6 July 2026 16:38
Pangkalpinang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menangani delapan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama Juni 2026. Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar 16 hektare lahan sebagai dampak musim kemarau ekstrem.
"Selama Juni tahun ini, kejadian karhutla paling banyak terjadi di Belitung dan Belitung Timur," kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kepulauan Babel, Sandy Aji, dikutip dari Antara, Senin, 6 Juli 2026.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Kepulauan Babel selama Juni 2026, jumlah karhutla sebanyak delapan kejadian dengan luas lahan terdampak 16 hektare tersebar di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.
Sementara kejadian bencana alam lainnya seperti banjir, tanah longsor, kekeringan dan kecelakaan kapal dampak cuaca buruk dan bencana alam lainnya nihil.
"Kebakaran hutan dan lahan di Pulau Belitung masih tinggi, karena adanya kebiasaan masyarakat membuka lahan pertanian dan perkebunan dengan membakar, sehingga api sulit dikendalikan selama musim kemarau ini," ungkapnya.
Ia mengatakan karhutla ini terjadi juga karena adanya pembakaran sampah dan kelalaian dalam melaksanakan gotong royong membersihkan hutan kota yang tidak terkendali. Hal itu memicu munculnya api, sehingga merambat ke hutan yang lebih luas.
"Penyebab karhutla ini banyak disebabkan oleh warga yang membakar sampah dan membersihkan lahan pertanian, yang kemudian api merambat ke kawasan hutan sekitarnya," ujarnya.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kepulauan Babel, Sandy Aji. ANTARA/Aprionis
Dalam menekan kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau ini, BPBD provinsi, kabupaten dan kota terus mengintensifkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Kami mengimbau masyarakat tidak membakar lahan, karena api akan sangat mudah menjalar ke semak-semak belukar yang mengering selama musim kemarau ini," imbaunya.