Anggota Komisi VII DPR RI Gandung Pardiman. Foto: Istimewa.
Pemangkasan Biaya Layanan Marketplace Untungkan UMKM
Anggi Tondi Martaon • 8 July 2026 19:50
Jakarta: Anggota Komisi VII DPR RI Gandung Pardiman mengapresiasi langkah cepat Menteri UMKM Maman Abdurrahman yang berhasil mendorong empat platform marketplace besar di Indonesia untuk memangkas biaya layanan bagi pelaku UMKM. Pemangkasan mencapai 50 persen.
Menurut Gandung, kebijakan ini merupakan angin segar bagi lebih dari 65 juta pengusaha UMKM di Indonesia. Sebab, mereka selama ini terbebani biaya admin, komisi, dan biaya layanan lain di platform digital.
"Ini langkah konkret yang kita tunggu, Pemangkasan biaya layanan 50 persen akan langsung dirasakan pengusaha UMKM. Margin mereka bisa lebih besar, harga jual bisa lebih kompetitif, dan daya saing produk lokal kita akan naik," ujar Gandung melalui keterangannya, Rabu, 8 Juli 2026.
Gandung menjelaskan, Komisi VII DPR RI sejak awal mendorong pemerintah dan asosiasi e-commerce untuk menciptakan ekosistem digital yang adil. Selama ini, tingginya biaya layanan di marketplace menjadi salah satu keluhan utama UMKM saat berjualan online.
"Program ini membantu usaha kecil mendapatkan permodalan aman, pelatihan, sertifikasi, dan legalitas agar bisnis bisa berkembang," ungkap Gandung.
Gandung berharap empat marketplace yang telah berkomitmen memangkas biaya tersebut diharapkan menjadi contoh bagi platform lain. Komisi VII juga meminta Kementerian UMKM untuk mengawal implementasinya agar tidak hanya sebatas wacana.
"Kami di Komisi VII akan terus mengawasi Jangan sampai potongan biaya ini hanya 3 bulan lalu naik lagi. Harus ada regulasi dan pengawasan agar berkelanjutan," tegas Gandung.

Ilustrasi. Foto: Medcom.id.
Lebih lanjut, Gandung berharap kebijakan ini diikuti dengan penguatan literasi digital, pelatihan, dan akses pembiayaan bagi UMKM agar bisa naik kelas.
"Kalau biaya ditekan, akses pasar dibuka lebar, dan pendampingan jalan, dipastikan UMKM kita menjadi Pilar Utama tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional," ujar anggota Fraksi Partai Golkar tersebut.