Pramono Ingatkan Majelis Kaum Betawi Jaga Persatuan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung hadir dalam haul ke-85 sekaligus ziarah makam Pahlawan Nasional Mohammad Husni (MH) Thamrin di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (11/1/2026). ANTARA/Risky Syukur

Pramono Ingatkan Majelis Kaum Betawi Jaga Persatuan

Achmad Zulfikar Fazli • 11 January 2026 23:50

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengingatkan Majelis Kaum Betawi (MKB) sebagai lembaga adat utama agar dapat menjalankan perannya sebagai wadah pemersatu, pelestari budaya, sekaligus mitra strategis pemerintah.

“Dalam peringatan haul ke-85 M.H. Thamrin ini, sebagai Gubernur Jakarta, harapan saya sederhana, semoga Majelis Kaum Betawi dapat bersatu. Tidak perlu lagi ada perpecahan. Apa pun yang menjadi tanggung jawab saya, pasti akan saya kerjakan,” kata Pramono di TPU Karet Bivak, dilansir dari Antara, Minggu, 11 Januari 2026.

Dia menjelaskan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ) secara tegas menyebutkan budaya utama Jakarta adalah budaya Betawi.

Oleh karena itu, kata dia, hampir seluruh kegiatan di Balai Kota selalu menampilkan unsur Betawi, mulai dari busana, transportasi umum, hingga ornamen budaya.

“Ke depan, saya berharap di era kepemimpinan saya, Majelis Kaum Betawi benar-benar dapat bersatu. Mulai tahun ini, wajah Betawi harus hadir di seluruh batas kota, ornamen gedung, taman, RPTRA, hingga desain kawasan. Saya selalu meminta para arsitek dan desainer untuk menonjolkan identitas Betawi dalam setiap pembangunan,” kata Pramono.
 

Baca Juga: 

Pramono: Anggaran Rp100 Miliar untuk Pembongkaran Monorel dan Penataan


Kehadirannya dalam haul ke-85 sekaligus ziarah makam Pahlawan Nasional Mohammad Husni (MH) Thamrin, menjadi bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan MH. Thamrin bagi masyarakat Betawi dan bangsa Indonesia.

“Mohammad Husni Thamrin memiliki peran besar melalui berbagai lobi internasional terhadap penjajah. Karena itulah, MH. Thamrin bukan hanya milik masyarakat Betawi, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia,” ujar Pramono.

Menurut dia, nilai perjuangan MH. Thamrin dalam membela dan melindungi masyarakat kecil menjadi prinsip utama dalam menjalankan roda pemerintahan di DKI Jakarta.

Nilai tersebut tercermin dalam berbagai kebijakan, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), program pemutihan ijazah, serta jaminan kesehatan melalui BPJS.

“Oleh karena itu, saya secara rutin mengunjungi puskesmas dan rumah sakit yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik,” tegas dia.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012 sekaligus Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Pramono atas kehadirannya dalam haul ke-85 MH. Thamrin.

Pria yang akrab disapa Foke ini juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas rencana pemindahan patung MH. Thamrin ke Jalan MH. Thamrin, serta revitalisasi Museum MH. Thamrin.

“Kami meyakini penghormatan kepada Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Kami bangga karena nama beliau diabadikan sebagai nama boulevard utama Jakarta. Namun lebih dari itu, nilai-nilai perjuangannya harus terus direplikasi dan diterapkan dalam menjawab berbagai persoalan bangsa saat ini,” ujar dia.

Foke menambahkan nilai persatuan dan kesatuan yang diperjuangkan MH. Thamrin dalam merangkul berbagai golongan demi kemerdekaan bangsa harus menjadi teladan bagi seluruh masyarakat, khususnya kaum Betawi.

“Ini merupakan tantangan sekaligus panggilan bagi kaum Betawi untuk bersatu, mengonsolidasikan potensi yang ada, serta memberdayakannya demi kesejahteraan masyarakat Betawi, Kota Jakarta, dan bangsa Indonesia secara keseluruhan,” ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)