Menteri Agama Nasaruddin Umar saat berkunjung ke Kantor Berita ANTARA di Jakarta, Kamis (1/10/2026). ANTARAFOTO/Dhemas Reviyanto
Menag: Madrasah Mampu Bersaing dengan Sekolah Lain
Achmad Zulfikar Fazli • 1 October 2026 18:28
Jakarta: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan madrasah memiliki ruang yang semakin besar untuk meningkatkan kualitas dan daya saing. Salah satunya melalui MAN Insan Cendekia serta madrasah yang masuk pengembangan program Sekolah Unggul Garuda Transformasi.
“Madrasah sekarang sudah bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya. Yang juga penting, anak-anak madrasah tidak hanya kita persiapkan unggul secara akademik, tetapi akhlakul karimah harus tetap menjadi kekuatannya,” kata Menag di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 1 Oktober 2026.
Penguatan kualitas madrasah dilakukan melalui peningkatan fasilitas pembelajaran. Pada 2025, sebanyak 74 madrasah menerima manfaat program revitalisasi sarana dan prasarana.
Pada tahun yang sama, 203 madrasah memperoleh sarana tes kemampuan akademik (TKA) dan 351 madrasah mendapatkan sarana Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diusung Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, Kementerian Agama menyalurkan 2.180 papan interaktif digital kepada 551 madrasah untuk mendukung proses pembelajaran.
Dukungan terhadap pendidikan juga dilakukan melalui perluasan akses pembiayaan. Sepanjang 2025–2026, sebanyak 5.180.170 siswa menerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) dan 289.255 mahasiswa menerima manfaat KIP Kuliah.

Ilustrasi pendidikan. Foto- Pexels
Pada jenjang pendidikan tinggi, Menag menekankan pentingnya perguruan tinggi keagamaan meningkatkan kualitas riset dan menghasilkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kita selalu mengatakan, jangan sampai kita hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan. Kita harus menjadi produsen ilmu pengetahuan,” kata Menag.
Kementerian Agama mengalokasikan Rp85,84 miliar untuk memulihkan 490 madrasah terdampak bencana di wilayah Sumatra yang digunakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi madrasah negeri maupun swasta pada Tahun Anggaran 2026.
Dari 490 madrasah penerima bantuan, 167 madrasah negeri dan 323 lain madrasah swasta. Program ini ditujukan mengembalikan fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan.
“Saya berharap pembangunan ini dapat segera selesai sehingga pada Januari 2027 anak-anak sudah dapat kembali belajar di madrasah ini,” ujar Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Arskal Salim.