PM Inggris Andy Burnham. (Anadolu Agency)
PM Inggris Andy Burnham Kecam Mosi Partai Hijau soal Zionisme
Willy Haryono • 10 October 2026 13:59
London: Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengecam keputusan Partai Hijau yang mengesahkan mosi bertajuk "Zionisme adalah rasisme."
Mengutip Anadolu, Jumat, 9 Oktober 2026, Burnham menilai keputusan tersebut keliru, terutama di tengah pemilihan sela parlemen yang turut diikuti pemimpin Partai Hijau Zack Polanski.
Burnham menyebut mosi tersebut menunjukkan "penilaian yang sangat buruk dari Partai Hijau" dan menegaskan keputusan itu "tidak seharusnya didukung dalam bentuk apa pun."
Dia mendesak Polanski menyatakan bahwa keputusan tersebut akan dibatalkan dan tidak menjadi kebijakan resmi Partai Hijau.
"Menurut saya, semua partai politik di Inggris harus melakukan segala upaya untuk mendukung solusi dua negara antara Israel dan Palestina," ujar Burnham.
Partai Hijau mengesahkan mosi tersebut dalam konferensi partai pada Minggu. Mosi itu mendefinisikan Zionisme sebagai "ideologi politik yang menyerukan pembentukan dan, kini setelah terbentuk, keberlangsungan negara Yahudi etnonasionalis di wilayah Palestina bersejarah dengan mengecualikan dan/atau mendominasi penduduk non-Yahudi".
Mosi tersebut menyebut Zionisme sebagai ideologi rasis dan mendukung pembentukan satu negara Palestina yang demokratis di seluruh wilayah Palestina bersejarah, dengan hak yang setara bagi semua orang.
Polanski maju dalam pemilihan sela di daerah pemilihan Holborn and St Pancras. Pemilihan tersebut digelar setelah mantan Perdana Menteri Keir Starmer mengundurkan diri sebagai anggota parlemen menyusul keputusannya meninggalkan Downing Street.
Kandidat Partai Buruh Sagal Abdi-Wali, yang memimpin pemerintahan lokal, berupaya mempertahankan kursi di daerah pemilihan tersebut. Holborn and St Pancras selama ini selalu diwakili Partai Buruh.
Kementerian Luar Negeri Israel menuduh Partai Hijau melegitimasi perlawanan bersenjata terhadap Israel dan menyangkal hak penentuan nasib sendiri bagi orang Yahudi. Kementerian tersebut menyatakan kebijakan itu termasuk antisemitisme berdasarkan definisi Aliansi Peringatan Holocaust Internasional (IHRA).
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Israel menuduh Partai Hijau telah menjadi "pendukung terorisme" dan mendesak partai-partai politik Inggris, termasuk Partai Buruh yang berkuasa, untuk menolak mosi tersebut.
Partai Hijau menolak penyamaan sikap anti-Zionisme dengan antisemitisme. Partai tersebut menggambarkan Zionisme sebagai proyek politik etnonasionalis.
Partai Hijau juga menegaskan kembali dukungannya terhadap hak penentuan nasib sendiri rakyat Palestina, hak untuk kembali ke tanah mereka, serta embargo senjata penuh terhadap Israel. (Razaqa Hariz)
Baca juga: Inggris Siapkan Larangan Dagang dengan Permukiman Israel di Tepi Barat