Polrestabes Bandung Gerebek Kawasan Andir Bandung, 21 Orang Positif Sabu

Polisi periksa sejumlah orang yang positif narkoba di Bandung. (metrotvnews.com/P Aditya Prakasa)

Polrestabes Bandung Gerebek Kawasan Andir Bandung, 21 Orang Positif Sabu

P Aditya Prakasa • 9 October 2026 23:28

Bandung: Polrestabes Bandung menggerebek permukiman padat penduduk yang terindikasi menjadi lokasi peredaran narkoba di kawasan Andir, Kota Bandung, Jawa Barat. Sebanyak 300 personel gabungan dikerahkan untuk menyisir gang-gang sempit, menyita belasan alat isap, serta menangkap 21 orang yang dinyatakan positif metamfetamin (sabu) setelah menjalani tes urine mendadak di lokasi.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan penggerebekan serentak ini merupakan tindak lanjut instruksi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam pemberantasan kampung narkoba, sekaligus bagian dari Operasi Antik Lodaya yang tengah digencarkan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat.

"Sore hari ini Polrestabes Bandung merilis hasil operasi dalam rangka menindaklanjuti arahan Bapak Kapolri untuk memberantas kampung narkoba. Polda Jabar saat ini juga sedang melakukan Operasi Antik dengan sasaran narkotika. Kami menerjunkan kekuatan kurang lebih 300 personel melakukan penggeledahan di kawasan Andir," ucap Dedi di lokasi penggerebekan, Jumat, 9 Oktober 2026.

Dedi menegaskan, razia ini bukan tindakan insidental semata. Aparat penegak hukum telah memetakan sejumlah kawasan permukiman yang rawan menjadi basis transaksi maupun penyalahgunaan narkoba di Kota Bandung.

"Nanti akan terus berlanjut tentunya ke kampung-kampung ataupun permukiman yang sudah masuk target operasi, yang mana dinilai rawan terhadap peredaran narkotika di wilayah hukum Polrestabes Bandung," jelas dia.

Sementara itu, Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Bandung Kompol Oliestha Ageng Wicaksana merinci temuan barang bukti serta hasil tes urine di lapangan. Dari sejumlah warga yang diperiksa secara acak di lokasi penggerebekan, 21 orang dinyatakan positif menggunakan zat terlarang.

"Hasil kegiatan mencatat 21 orang terindikasi positif menggunakan metamfetamin, terdiri dari 18 laki-laki dan tiga perempuan. Untuk orang-orang yang telah kami amankan ini kami bawa ke Mako untuk dimintai keterangan, guna menentukan mana yang memang sebagai pengguna saja atau mungkin terikat jaringan, sehingga dapat kami telusuri sampai ke akar-akarnya," jelas dia.


Polisi periksa sejumlah orang yang positif narkoba di Bandung. (metrotvnews.com/P Aditya Prakasa)

Bagi masyarakat yang dinyatakan negatif, kata Oliestha, kepolisian menggandeng Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polrestabes Bandung dan polsek jajaran untuk menggelar penyuluhan preventif secara berkelanjutan. Tujuannya adalah mengikis stigma negatif dan mendorong kawasan tersebut bertransformasi menjadi Kampung Bebas Narkoba.

Kawasan Andir memiliki catatan sejarah panjang sebagai wilayah dengan aktivitas malam yang padat. Ketua RW 09 setempat, Yudi, menyambut baik langkah represif dan preventif yang dilakukan pihak kepolisian.

"Kalau dilihat ini positif sekali, Pak, untuk menyadarkan masyarakat. Positif dalam arti supaya warga tahu bahwa bahaya narkoba itu bukan hanya sesaat, tapi berkesinambungan dan merusak masa depan," kata Yudi.

Terkait dinamika lingkungan, Yudi tidak menampik bahwa wilayahnya masih menyisakan aktivitas semia ktif peninggalan masa lampau yang kerap disebut publik sebagai zona merah. Meski demikian, pengurus rukun warga senantiasa melakukan pendataan administrasi berkala serta pengecekan kesehatan lingkungan setiap enam bulan sekali.

"Kalau lokalisasi ini semi ya, semi-aktif. Berbeda dengan puluhan tahun silam. Soal zona merah, sudah bukan rahasia publik lagi, orang luar bicara sudah tutup tapi orang-orang tertentu masih ada yang aktif. Soal warga yang terjerat, itu kembali ke individu masing-masing. Tapi kehadiran aparat ini menjadi pengingat penting bagi seluruh warga," kata dia.

(Lukman Diah Sari)