Lahan Dekat IKN Kebakaran, Asap Tebal Selimuti Jalan Raya

Tim Gabungan dari Polsek Sepaku saat melakukan pemadaman karhutla di Bakungan Loa Janan Kukar (Dok. Polsek Sepaku)

Lahan Dekat IKN Kebakaran, Asap Tebal Selimuti Jalan Raya

Media Indonesia • 12 October 2026 06:51

Kukar: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah di sekitar kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Minggu, 11 Oktober 2026. Api melahap dua lokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, yakni di kawasan Bakungan, Bukit Tengkorak, Kecamatan Loa Janan, dan sisi kanan jalan negara arah KM 38, Kecamatan Samboja Barat. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai puluhan hektare.

Karhutla dilaporkan mulai terjadi pada pukul 13.00 Wita. Api dengan cepat membesar dan melalap semak belukar serta pepohonan kering hingga merembet ke sisi badan jalan negara. Tim gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, aparat desa, Damkar Sepaku, Damkar Otorita IKN, dan masyarakat setempat terus berupaya memadamkan kobaran api.

Kasi Humas Polresta Kawasan IKN, Ipda Jumansyah, mengatakan kepulan asap tebal yang menyelimuti jalan raya sangat mengganggu jarak pandang pengendara. Oleh karena itu, personel Satlantas Polresta Kawasan IKN langsung dikerahkan untuk membantu para pengguna jalan.

"Sejumlah personel Satlantas dikerahkan untuk mengamankan arus lalu lintas dari dan ke IKN," ujar Jumansyah, Minggu, 11 Oktober 2026.

Salah seorang warga terdampak, Lina, mengungkapkan bahwa sebagian lokasi kebakaran merupakan lahan perkebunan masyarakat berstatus Area Penggunaan Lain (APL), di luar kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto.

"Habis semua terbakar kebun saya, yang selamat hanya pondok saya saja," keluhnya.

Ilustrasi. (ANTARA/HO-Dokumentasi Dit Samapta Polda Gorontalo)

Camat Sepaku, Gamaliel Abimanyu Arliandito, menyatakan proses pemadaman oleh tim gabungan masih berlangsung hingga pukul 21.47 Wita. Ia menyebut api terus merembet, sementara tim di lapangan mengalami keterbatasan sarana pendukung dan logistik.

"Untuk daerah Bukit Tengkorak hingga kini pemadaman belum maksimal karena kendala sarana dan logistik," ungkap Gamaliel.

Ia berharap kebakaran dapat segera tertangani dan seluruh personel yang bertugas di kawasan tersebut bisa kembali dengan selamat.

"Semoga api bisa segera dikendalikan dan seluruh tim kembali dengan selamat," pungkasnya.

(MI/Ervan M)

(Lukman Diah Sari)