Ilustrasi. Foto: Freepik.
Prediksi Harga Emas, Berpeluang Menguat ke USD4.253
Eko Nordiansyah • 13 October 2026 11:10
Jakarta: Harga emas dunia berpeluang melanjutkan penguatan setelah menyelesaikan koreksi menuju area support USD4.146. Berdasarkan analisis harian Dupoin Futures, pergerakan XAUUSD berpotensi kembali membentuk tren utama atau primary trend bullish dengan target resistance terdekat di USD4.226-USD4.253.
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit melihat level USD4.146 sebagai area penting yang dapat menentukan arah pergerakan emas selanjutnya. Selama harga mampu bertahan di atas support tersebut, peluang kenaikan masih terbuka.
"Namun, apabila tekanan jual kembali meningkat hingga menembus area support, skenario penguatan perlu dievaluasi kembali," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Oktober 2026.
Dari sisi teknikal, zona USD4.226-USD4.253 menjadi resistance yang perlu diperhatikan. Jika momentum beli terus menguat, harga emas berpotensi menguji area tersebut. Meski demikian, pergerakan menuju resistance tidak berlangsung secara otomatis karena tetap bergantung pada kekuatan permintaan dan respons pasar terhadap perkembangan ekonomi global.
Faktor geopolitik menjadi menopang harga emas
Ia mengungkapkan, ketidakpastian global berpotensi meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Dalam situasi ketika risiko politik dan ekonomi meningkat, sebagian investor cenderung mencari aset yang dinilai dapat membantu melindungi nilai kekayaan mereka.Meski demikian, penguatan emas masih menghadapi sejumlah tantangan. Dolar Amerika Serikat yang menguat dapat membatasi kenaikan XAUUSD karena membuat emas relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
"Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dapat meningkatkan daya tarik instrumen berbunga dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil secara langsung," ujar dia.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Unplash)
Sikap hawkish Federal Reserve atau The Fed juga menjadi perhatian pasar. Ekspektasi suku bunga AS akan bertahan pada tingkat tinggi dapat mendukung dolar AS dan imbal hasil obligasi, sehingga berpotensi menekan harga emas.
"Oleh karena itu, perkembangan kebijakan moneter tetap menjadi salah satu faktor yang menentukan arah pergerakan logam mulia," ungkap Geraldo.
Pelaku pasar mencermati data inflasi AS
Data inflasi AS dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga berikutnya. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat. Sebaliknya, meredanya tekanan inflasi dapat mengubah pandangan pasar terhadap prospek suku bunga dan memberikan ruang bagi emas untuk bergerak lebih tinggi.Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental tersebut, prospek emas masih terbuka untuk menguat selama support USD4.146 mampu dipertahankan. Area USD4.226-USD4.253 menjadi sasaran resistance terdekat yang perlu dipantau, sementara perkembangan geopolitik, dolar AS, imbal hasil obligasi, dan data inflasi akan memengaruhi keberlanjutan momentum kenaikan.
"Proyeksi ini merupakan skenario berdasarkan kondisi pasar dan bukan kepastian arah harga. Pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perubahan sentimen serta mengelola risiko dalam mengambil keputusan perdagangan," ujar dia.