Bandara Riyadh Diserang Lagi, KBRI Pastikan Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban

Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. (SPA)

Bandara Riyadh Diserang Lagi, KBRI Pastikan Belum Ada Laporan WNI Jadi Korban

Willy Haryono • 12 October 2026 13:34

Riyadh: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh memastikan belum ada laporan mengenai warga negara Indonesia (WNI) yang teridentifikasi menjadi korban dalam serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi.

Hingga Minggu pukul 19.00 waktu setempat, KBRI Riyadh belum menerima informasi mengenai WNI yang menjadi korban luka dalam serangan terbaru tersebut. Satu hari sebelumnya, bandara yang sama juga menjadi sasaran serangan kelompok Houthi.

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) sebelumnya melaporkan serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid pada Minggu telah menewaskan seorang warga negara Pakistan. Sebanyak 11 orang lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Menindaklanjuti serangan tersebut, KBRI Riyadh melakukan sejumlah langkah untuk memastikan kondisi WNI. KBRI menghubungi jaringan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang bertugas di berbagai rumah sakit di Riyadh serta komunitas WNI pekerja profesional di maskapai Flynas yang berbasis di Terminal 3 Bandara Internasional King Khalid.

KBRI Riyadh juga mendatangi langsung King Abdullah bin Abdulaziz University Hospital, rumah sakit yang berada paling dekat dengan lokasi serangan, serta berkoordinasi dengan korps diplomatik di Riyadh, khususnya fungsi kekonsuleran.

“KBRI Riyadh akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi untuk memperoleh secara resmi informasi ada atau tidaknya WNI yang menjadi korban luka dari serangan Bandara Internasional King Khalid Riyadh,” ujar keterangan di siaran pers KBRI Riyadh, Senin, 12 Oktober 2026.

Tiga WNI Terdampak Gangguan Penerbangan

Selain memantau kondisi WNI, KBRI Riyadh hingga 11 Oktober 2026 telah memberikan bantuan kepada tiga WNI atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terdampak gangguan penerbangan di Bandara Internasional King Khalid.

Sementara itu, GACA juga mengumumkan adanya serangan yang menargetkan Bandara Internasional King Fahd di Dammam, sekitar 411 kilometer dari Riyadh, pada Minggu kemarin. Pendataan kerusakan dan inspeksi keselamatan fasilitas bandara tersebut masih dilakukan.

KBRI Riyadh mengatakan akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi. WNI yang berada di negara tersebut diimbau meningkatkan kewaspadaan, menghindari tempat-tempat yang menjadi titik kerawanan, serta membatasi perjalanan yang tidak bersifat esensial.

KBRI Riyadh tetap beroperasi dan memberikan pelayanan kepada WNI. Layanan hotline KBRI Riyadh dapat diakses melalui nomor +966 569173990.

Baca juga: Serangan Rudal di Arab Saudi, Jemaah Umrah Indonesia Diminta Hindari Lokasi Rawan

(Willy Haryono)