Kobaran api di lokasi serangan Israel di Jalur Gaza. (Anadolu Agency)
Serangan Israel di Gaza Tewaskan Dua Warga Palestina, Lima Terluka
Muhammad Reyhansyah • 28 October 2026 16:01
Gaza: Serangan Israel di Jalur Gaza menewaskan dua warga Palestina dan melukai lima lainnya pada Selasa, 27 Oktober 2026
Di hari yang sama, seorang anak perempuan berusia enam tahun dan seorang pria juga meninggal akibat luka yang diderita dalam serangan sebelumnya. Serangan tersebut berlangsung bertepatan dengan pemilihan parlemen Israel.
“Di Gaza utara, tentara Israel menembak mati Mahmoud Samih al-Harsh, 28, di Jalan al-Hawja, kamp pengungsi Jabalia,” kata seorang sumber medis kepada kantor berita Anadolu yang dikutip TRT World, Rabu, 28 Oktober 2026.
Seorang warga Palestina lainnya yang identitasnya belum diketahui tewas dalam serangan Israel di dekat bundaran al-Alam, kawasan al-Mawasi di Rafah, Gaza selatan. Jenazahnya kemudian ditemukan.
Di Khan Younis, Tahani Mohammed Saeed Shalalfeh, enam tahun, meninggal akibat luka yang dideritanya setelah pasukan Israel melepaskan tembakan di kawasan al-Mawasi pada Senin.
Ahmed Yassin Bseiso juga meninggal akibat luka dari serangan Israel beberapa hari sebelumnya di Jalan al-Thawra, pusat Kota Gaza.
Sumber pertahanan sipil mengatakan seorang nelayan terluka akibat pecahan bom yang dijatuhkan drone Israel di perairan lepas Khan Younis. Dua warga Palestina lainnya terluka akibat tembakan Israel dalam insiden terpisah di Qizan Rashwan dan wilayah timur Hamad City.
Sementara itu, sumber medis di Rumah Sakit Al-Awda melaporkan dua warga Palestina lainnya, termasuk seorang anak, terluka akibat tembakan Israel di sebelah timur kamp pengungsi Bureij, Gaza tengah.
Kapal-kapal Angkatan Laut Israel juga dilaporkan menembaki warga Palestina menggunakan artileri dan senapan mesin di kawasan pantai dekat kamp pengungsi al-Shati, sebelah barat Kota Gaza, menurut sumber lokal.
Sejak Oktober 2023, perang Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 lainnya. Konflik tersebut juga menyebabkan kehancuran luas yang berdampak pada sekitar 90% infrastruktur sipil di wilayah tersebut.
Lebih dari 1.500 warga Palestina dilaporkan tewas sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025.
Baca juga: Serangan Israel Tewaskan Tujuh Warga Palestina Termasuk Dua Anak-anak