Ilustrasi bursa saham NYSE, Wall Street. Foto: Xinhua/Michael Nagle.
Yield Treasury Naik Tinggi, Saham AS Malah Cetak Rekor
Ade Hapsari Lestarini • 6 October 2026 07:46
New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026 waktu setempat. Kinerja saham sektor kecerdasan buatan (AI) dan teknologi mengimbangi kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) ke level tertinggi dalam beberapa dekade.
Melansir Xinhua, Selasa, 6 Oktober 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 90,94 poin atau 0,18 persen menjadi 51.267,90. Indeks S&P 500 bertambah 51,23 poin atau 0,66 persen menjadi 7.773,95. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite naik 286,45 poin atau 1,05 persen menjadi 27.477,31 dan mencatat rekor penutupan tertinggi.
Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau. Sektor material dan layanan komunikasi memimpin kenaikan masing-masing sebesar 1,22 persen dan 1,14 persen. Sementara itu, sektor real estat turun 0,44 persen.
Imbal hasil Treasury AS kembali naik pada Senin dan mendekati level tertinggi dalam beberapa dekade. Imbal hasil acuan tenor 10 tahun ditutup pada 5,31 persen, level penutupan tertinggi sejak April 2002, setelah sempat diperdagangkan di atas 5,35 persen selama sesi perdagangan.
Imbal hasil tenor 30 tahun naik 3,5 basis poin menjadi 5,66 persen, level penutupan tertinggi sejak Mei 2002. Sementara itu, imbal hasil tenor dua tahun berada di level 4,83 persen. Reuters juga melaporkan yield Treasury berada di sekitar level tertinggi dalam beberapa tahun ketika saham AS menguat.

Ilustrasi bursa saham NYSE, Wall Street. Foto: Xinhua/Michael Nagle.
Harga minyak turun
Harga minyak dunia turun setelah para pedagang mencermati kesepakatan negara-negara G7 untuk melepas 100 juta barel minyak mentah dan diesel dari cadangan darurat di tengah pemulihan ekspor dari Timur Tengah.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun USD1,68 atau 1,84 persen menjadi USD89,43 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun USD1,93 atau 1,89 persen menjadi USD100,32 per barel. Angka penutupan tersebut juga dikonfirmasi dalam laporan Reuters.
Di sektor korporasi, saham Nvidia naik lebih dari dua persen hingga mencapai rekor tertinggi untuk sesi kedua berturut-turut. Nvidia juga mempertahankan posisinya sebagai perusahaan publik dengan nilai pasar terbesar di dunia.
Saham PTC melonjak 33,49 persen, menjadi penguat terbesar di indeks S&P 500, setelah Schneider Electric sepakat mengakuisisi perusahaan tersebut dengan harga USD205 per saham dalam transaksi tunai senilai USD22,6 miliar. Kesepakatan tersebut mencerminkan premi sebesar 42,3 persen terhadap harga penutupan sebelumnya. Sementara itu, saham Schneider Electric turun hampir 10 persen. Kesepakatan akuisisi tersebut dikonfirmasi dalam pengumuman resmi perusahaan dan dokumen SEC.
Saham SpaceX melonjak lebih dari 7,5 persen setelah Morgan Stanley memulai peliputan dengan peringkat overweight dan target harga USD300.
Sementara itu, saham Western Digital naik lebih dari enam persen dan Seagate menguat sekitar 4,5 persen. Keduanya bangkit setelah sempat turun pada Jumat akibat laporan mengenai kapasitas produksi Toshiba. Saham Cerebras naik 9,08 persen setelah CEO OpenAI Sam Altman menyebut perusahaan tersebut sebagai mitra dekat.
Di sisi lain sektor ekonomi, indeks jasa ISM September tercatat 54,9, turun dari 55,4 pada Agustus, tetapi secara umum sesuai dengan perkiraan.
Menurut data CME FedWatch, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed Oktober sekitar 24 persen, turun dari 71 persen pada pekan sebelumnya.