Ilustrasi ekonomi. Foto: Unsplash.com/Sasun Bughdaryan.
Konsep LTG-CE Dinilai Dukung Transisi Ekonomi Sirkular pada Industri Semen
Fachri Audhia Hafiez • 4 October 2026 16:07
Depok: Konsep Lifecycle-based Tax Governance for Circular Economy (LTG-CE) ditawarkan guna mendukung transisi ekonomi sirkular pada industri semen di Indonesia. Konsep ini merupakan desain tata kelola perpajakan yang menghubungkan kebijakan pusat, sektoral, dan daerah sepanjang siklus industri semen.
"Pada jangka menengah tiga hingga lima tahun, agenda mencakup implementasi pajak karbon, redesain Pajak MBLB, reformasi PPN untuk input sirkular, dan penguatan sistem data. Sementara dalam jangka panjang lima hingga sepuluh tahun, Multi-Level Taxation diarahkan untuk diinstitusionalisasikan melalui circular tax reporting dan green fiscal transfer," jelas profesional senior sekaligus akademisi bidang perpajakan, Ekawati Rini Lestari, usai Sidang Terbuka Promosi Doktor di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), Depok, Jawa Barat, Minggu, 4 Oktober 2026.
Gagasan tersebut disampaikan Ekawati dalam disertasinya yang berjudul “Rekonstruksi Kebijakan Perpajakan Berbasis Multi-Level Taxation untuk Mendukung Transisi Ekonomi Sirkular pada Industri Semen di Indonesia.”
Menurut Ekawati, transisi menuju ekonomi sirkular di sektor semen selama ini menghadapi tantangan akibat ketidakselarasan instrumen kebijakan, aktor, dan level pemerintahan. Akumulasi beban pajak, pungutan, perizinan, dan biaya logistik kerap membuat praktik sirkular kurang kompetitif dibanding produksi linier.
“Transisi ekonomi sirkular tidak cukup didorong oleh satu instrumen pajak. Tantangan utamanya bukan semata-mata pada ketiadaan kebijakan, tetapi pada ketidakselarasan antarinstrumen, antaraktor, dan antarlevel pemerintahan,” ujar Ekawati.
Melalui perspektif Multi-Level Taxation, konsep LTG-CE hadir untuk melihat bagaimana berbagai pajak dan pungutan secara bersama-sama memengaruhi biaya transisi, keputusan investasi, adopsi teknologi, emisi, hingga keberlanjutan penerimaan negara.

Sidang Terbuka Promosi Doktor di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), Depok, Jawa Barat. Foto: Dok. Istimewa.
Industri semen dipilih sebagai fokus penelitian karena posisinya yang strategis bagi pembangunan, namun padat energi dan emisi. Namun, sektor ini menyimpan potensi sirkularitas tinggi melalui pemanfaatan refuse-derived fuel, bahan baku alternatif, substitusi klinker, hingga teknologi rendah karbon.
Dalam model penelitiannya, LTG-CE terbukti menunjukkan kecenderungan perubahan paling komprehensif dibanding skenario Business as Usual, pajak karbon tunggal, maupun insentif biasa. Ekawati merekomendasikan agar reformasi kebijakan diterapkan secara bertahap.
Pada jangka pendek (1–3 tahun), pemerintah perlu memprioritaskan harmonisasi kebijakan pusat-daerah, penguatan insentif investasi sirkular, dan indikator kinerja terverifikasi.
Disertasi ini menghasilkan empat kontribusi utama, yakni Multi-Level Taxation Framework, Dynamic Policy Alignment Framework, integrasi Soft Systems Methodology dan System Dynamics, serta LTG-CE sebagai arsitektur kebijakan lintas tahap.