5 Ciri Kelas Bawah, Tak hanya Dilihat dari Besarnya Pendapatan

Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.

5 Ciri Kelas Bawah, Tak hanya Dilihat dari Besarnya Pendapatan

Ade Hapsari Lestarini • 6 October 2026 07:17

Jakarta: Klasifikasi dalam kelas sosial kerap dikaitkan dengan kondisi ekonomi seseorang. Namun, penentuan kelas sosial tidak hanya dilihat dari besaran pendapatan yang diterima setiap bulan.

Dalam klasifikasi sosial, masyarakat terbagi ke dalam tiga kelompok, yakni kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah. Pembagian tersebut dapat menggambarkan sejumlah perbedaan, mulai dari pendidikan, pendapatan, kepemilikan harta benda, hingga nilai yang dianut.

Kelas sosial adalah pembagian anggota masyarakat ke dalam suatu hierarki kelas yang berbeda sehingga para anggota setiap kelas secara relatif mempunyai status yang sama, sementara anggota kelas lainnya memiliki status yang lebih tinggi atau lebih rendah. Kategori kelas sosial biasanya disusun dalam hierarki yang berkisar dari status rendah hingga tinggi.

Mengutip kajian mengenai kelas sosial, posisi seseorang dalam kelas sosial dapat diindikasikan melalui sejumlah variabel, seperti pekerjaan, penghasilan, kekayaan, pendidikan, dan orientasi nilai. Kelas sosial juga dapat mengalami perubahan sepanjang kehidupan seseorang.

Ilmuwan bernama W. Lloyd Warner juga membagi kelas sosial menjadi enam kelompok. Kelas menengah bawah atau lower middle class meliputi juru tulis, pegawai kantor, dan pekerja semi-profesional. Kelas bawah atas atau upper lower class terdiri atas sebagian besar pekerja tetap. Sementara itu, kelas bawah bawah atau lower-lower class meliputi pekerja tidak tetap, penganggur, dan buruh musiman.

Dalam konteks ekonomi, kelas bawah merujuk pada kelompok masyarakat dengan keterbatasan dalam aspe,k pendapatan, kepemilikan aset, serta akses terhadap sejumlah kebutuhan. Namun, kondisi tersebut tidak dapat dilihat hanya dari satu indikator.

Situs finansial Amerika Serikat, GOBankingRates, membeberkan lima ciri yang dapat menggambarkan kondisi golongan kelas bawah. Berikut sejumlah ciri yang dapat menggambarkan kondisi golongan kelas bawah berdasarkan GOBankingRates.
 

1. Tempat tinggal


Salah satu indikasi kondisi ekonomi seseorang dapat dilihat dari tempat tinggal. Kemampuan seseorang dalam menyediakan tempat tinggal berkaitan dengan kondisi finansial serta tingkat kepemilikan aset. Kelompok dengan kemampuan ekonomi terbatas cenderung menyesuaikan pilihan tempat tinggal dengan kemampuan finansialnya. Kondisi tersebut dapat terlihat dari ukuran, lokasi, fasilitas, hingga kemampuan memenuhi biaya perawatan tempat tinggal.
 

2. Pekerjaan


Pekerjaan menjadi salah satu variabel yang dapat digunakan untuk melihat kelas sosial seseorang. Jenis pekerjaan berkaitan dengan tingkat penghasilan, posisi sosial, serta kestabilan ekonomi seseorang. Penelitian mengenai kelas sosial menyebutkan pekerjaan termasuk salah satu indikator yang dapat mengindikasikan posisi seseorang dalam kelas sosial. Selain pekerjaan, penghasilan, pendidikan, kekayaan, dan nilai yang dianut juga dapat menjadi pertimbangan.

Jenis pekerjaan dapat menjadi salah satu indikator yang menggambarkan posisi ekonomi seseorang. Sejumlah pekerjaan seperti pelayan restoran, sopir truk, pegawai ritel, pekerja manufaktur, dan petugas kebersihan umumnya berada pada tingkat ekonomi yang lebih rendah.

Menurut CEO Salarship Nathan Brunner, seseorang dapat dikategorikan sebagai kelas menengah apabila bekerja pada posisi manajerial atau pekerjaan spesialis. Sebaliknya, pekerjaan yang membutuhkan keterampilan rendah, bersifat sementara, menawarkan upah rendah, serta memiliki sedikit manfaat kerja cenderung dikaitkan dengan kelas bawah.

Namun, sejumlah profesi seperti guru, perawat, akuntan, dan pekerja IT dapat berada di antara kelas pekerja dan kelas menengah. Posisi tersebut dapat dipengaruhi tingkat senioritas dan sertifikasi yang dimiliki. Bahkan, pekerjaan kerah putih yang dianggap bergengsi tidak selalu memberikan penghasilan tinggi sehingga pekerjanya masih dapat berada dalam kelompok kelas menengah.

"Anda dianggap berada di kelas menengah jika bekerja dalam posisi manajerial atau pekerjaan spesialis," kata Nathan Brunner, CEO Salarship.


Ilustrasi. Foto: Magnific.
   

3. Tabungan dan investasi


Kondisi keuangan juga dapat dilihat dari kemampuan seseorang menyisihkan pendapatan untuk tabungan maupun investasi.

Masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas umumnya memiliki ruang yang lebih kecil untuk menyisihkan pendapatan setelah memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penghasilan lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan utama sehingga kemampuan membangun tabungan atau aset finansial menjadi terbatas.
 

4. Gaya hidup


Gaya hidup juga dapat menjadi salah satu gambaran kelas sosial. Gaya hidup berkaitan dengan pola seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk bagaimana seseorang menggunakan waktu dan uang.

Pada kelompok dengan kemampuan ekonomi terbatas, pengeluaran cenderung disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Pemilihan barang dan jasa juga dapat mempertimbangkan harga serta tingkat kebutuhan.

Selain itu, kelas sosial yang lebih rendah cenderung membeli kebutuhan sesuai kemampuan dan di tempat yang dapat dijangkau. Kondisi ini berbeda dengan kelompok kelas sosial yang lebih tinggi yang cenderung memiliki pilihan barang dan tempat belanja yang lebih beragam.
 

5. Pendidikan


Pendidikan juga termasuk salah satu indikator yang dapat menggambarkan kelas sosial seseorang, karena hambatan sistemik  seringkali menghalasi seseorang untuk mengakses pendidikan. Tingkat pendidikan dapat berkaitan dengan jenis pekerjaan, kesempatan memperoleh penghasilan, serta posisi seseorang dalam masyarakat.

Meski demikian, tingkat pendidikan tidak dapat digunakan secara tunggal untuk menentukan seseorang masuk dalam kelas bawah. Kondisi sosial dan ekonomi seseorang terbentuk dari sejumlah faktor yang saling berkaitan.

Selain indikator tersebut, dilansir dari Kajian Pustaka karakteristik kelas bawah dari perspektif status sosial ekonomi dengan penghasilan yang relatif lebih rendah disebut tidak mampu menabung karena lebih berusaha memenuhi kebutuhan langsung dibandingkan kebutuhan masa depan, memiliki tingkat pendidikan lebih rendah, serta termasuk penerima dana kesejahteraan dari pemerintah.

Selain itu, karakteristik kelas bawah tidak hanya berkaitan dengan besaran pendapatan. Pekerjaan, pendidikan, kemampuan menabung, serta orientasi pemenuhan kebutuhan turut menjadi bagian dari gambaran kondisi kelas bawah.
 

Tolok ukur status sosial ekonomi dalam masyarakat


Selain karakteristik kelas sosial, status sosial ekonomi seseorang dalam masyarakat juga dapat dilihat melalui sejumlah tolok ukur. Dilansir dari Kajian Pustaka, terdapat beberapa faktor yang dapat menentukan kedudukan seseorang dalam lapisan masyarakat.
 

1. Kekayaan


Status sosial ekonomi seseorang dapat dilihat dari jumlah harta atau aset yang dimiliki, seperti rumah dan kendaraan. Kepemilikan kekayaan juga dapat berkaitan dengan gaya hidup seseorang. Semakin besar kekayaan yang dimiliki, semakin tinggi pula kedudukan seseorang dalam lapisan masyarakat.
 

2. Kekuasaan


Besar kecilnya wewenang atau jabatan yang dimiliki seseorang juga menjadi salah satu penentu status sosial. Individu yang memiliki kekuasaan atau posisi penting dalam organisasi maupun pemerintahan cenderung berada pada lapisan sosial yang lebih tinggi.
 

3. Kehormatan


Penghargaan dan rasa hormat dari masyarakat juga dapat menentukan kedudukan sosial seseorang. Faktor ini biasanya terlihat pada tokoh yang disegani karena pengalaman, jasa, atau peran pentingnya di lingkungan sekitar.
 

4. Ilmu pengetahuan


Tingkat pendidikan dan pengetahuan turut memengaruhi status sosial ekonomi. Orang dengan pendidikan lebih tinggi sering dianggap memiliki posisi sosial yang lebih baik karena dinilai memiliki kemampuan dan wawasan yang lebih luas.

Dengan demikian, pendapatan bukan satu-satunya faktor yang dapat digunakan untuk melihat kelas sosial maupun status sosial ekonomi seseorang. Kondisi tersebut dapat dilihat melalui berbagai aspek, mulai dari pekerjaan, pendidikan, kekayaan, hingga posisi dan penghormatan seseorang dalam masyarakat. (Selsha Septifanie Gunawan)

(Ade Hapsari Lestarini)