Pemprov DKI Gratiskan Pengobatan TBC hingga Sembuh lewat Puskesmas

Ilustrasi skrining kesehatan. Foto: Dok. Antara.

Pemprov DKI Gratiskan Pengobatan TBC hingga Sembuh lewat Puskesmas

Fachri Audhia Hafiez • 21 October 2026 17:19

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan penanganan penyakit tuberkulosis (TBC) kini dapat diakses masyarakat secara gratis. Termasuk penyediaan obat-obatan di seluruh fasilitas puskesmas Ibu Kota.

"Kesembuhan pasien dari penyakit TBC dapat dipastikan selama pasien rutin mengonsumsi obat selama enam bulan," tulis Pemprov DKI Jakarta dalam keterangan di akun Instagram resmi @dkijakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
 


Pengobatan TBC terbagi menjadi dua tahap. Pertama, tahap awal atau intensif dengan meminum obat setiap hari selama dua bulan. Kedua, tahap akhir dengan meminum obat tiga kali seminggu selama empat bulan. 

Pasien dilarang keras menghentikan pengobatan di tengah jalan. Karena ketidaktaatan minum obat dapat menyebabkan kuman menjadi kebal dan memperlama proses penyembuhan.

Selain pengobatan medis gratis di puskesmas, masyarakat diimbau memperkuat pencegahan penyebaran TBC. Langkah ini dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.


Pasien penderita tuberkulosis (TB) antre saat akan menjalani pemeriksaan rutin di Puskesmas Tebet, Jakarta Selatan. ANTARA/Dhoni Setiawan.

Langkah preventif tersebut dapat dimulai dari memastikan ventilasi udara rumah berjalan baik melalui pembukaan jendela, menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Lalu, menerapkan etika batuk dan penggunaan masker saat diperlukan.

Penyakit yang disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak, lansia, perokok aktif, penderita diabetes melitus, hingga individu dengan daya tahan tubuh rendah. Lingkungan tempat tinggal yang padat dan tidak memenuhi syarat kesehatan juga menjadi faktor pendukung penularan melalui udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.

Masyarakat diminta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala TBC. Gejala tersebut meliputi batuk terus-menerus minimal dua minggu, demam meriang, sesak napas, nyeri dada, penurunan berat badan drastis, penurunan nafsu makan, dahak bercampur darah, serta berkeringat di malam hari tanpa aktivitas fisik.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Fachri Audhia Hafiez)