Ilustrasi. Dok MI
Surplus Dagang RI Tembus USD10,61 Miliar, AS Jadi Penyumbang Terbesar
Gervin Nathaniel Purba • 4 November 2026 12:58
Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menilai surplus neraca perdagangan sebesar USD10,61 miliar sepanjang Januari-September 2026, memperkuat ketahanan eksternal Indonesia di tengah dinamika ekonomi global. Capaian tersebut menunjukkan sektor perdagangan Indonesia mampu menjaga kinerja ekspor dan mempertahankan surplus meski menghadapi ketidakpastian global.
"Keberhasilan mempertahankan surplus neraca perdagangan sebesar USD10,61 miliar hingga September 2026 mencerminkan kokohnya ketahanan eksternal Indonesia di tengah dinamika global," ujar Budi dalam keterangannya, dikutip dari Antara, Rabu, 4 November 2026.
Surplus kumulatif tersebut ditopang kinerja perdagangan nonmigas sebesar USD34,21 miliar yang mampu mengimbangi defisit perdagangan migas sebesar USD23,60 miliar.
Pada September 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus USD3,36 miliar. Terdiri atas surplus nonmigas USD5,67 miliar dan defisit migas USD2,31 miliar. Angka tersebut sedikit menyusut dibandingkan surplus Agustus 2026 sebesar USD3,55 miliar.
Budi menjelaskan, surplus nonmigas sepanjang Januari-September 2026 ditopang oleh tiga komoditas, yakni lemak dan minyak hewani atau nabati sebesar USD29,31 miliar, bahan bakar mineral sebesar USD21,42 miliar, serta besi dan baja sebesar USD13,95 miliar.

(Mendag Budi Santoso. Foto: Dok. Kemendag)
AS penyumbang terbesar
Dari sisi negara mitra, Amerika Serikat (AS) menjadi penyumbang surplus nonmigas terbesar dengan nilai USD17,37 miliar. Disusul India sebesar USD10,81 miliar dan Filipina sebesar USD6,25 miliar.
Bagi Budi, capaian tersebut didukung daya saing komoditas nasional serta kerja sama perdagangan dengan mitra utama Indonesia.
Selain mempertahankan pasar tradisional, Indonesia juga terus mendorong diversifikasi tujuan ekspor ke pasar nontradisional. Bangladesh, Pakistan, dan Mesir tercatat masuk dalam 10 besar mitra dagang penyumbang surplus perdagangan nonmigas.
Upaya memperluas pasar ekspor tersebut diharapkan dapat menjaga konsistensi surplus perdagangan sekaligus memperkuat ketahanan eksternal Indonesia menghadapi perubahan kondisi ekonomi global.
Selain mempertahankan pasar tradisional, Indonesia juga terus mendorong diversifikasi tujuan ekspor ke pasar nontradisional. Bangladesh, Pakistan, dan Mesir tercatat masuk dalam 10 besar mitra dagang penyumbang surplus perdagangan nonmigas.
Upaya memperluas pasar ekspor tersebut diharapkan dapat menjaga konsistensi surplus perdagangan sekaligus memperkuat ketahanan eksternal Indonesia menghadapi perubahan kondisi ekonomi global.