Israel Ancam Balas Inggris soal Sanksi Dagang atas Permukiman di Tepi Barat

Sejumlah menteri Israel menyerukan tindakan balasan terhadap Inggris atas sanksi dagang terkait Tepi Barat. (Anadolu Agency)

Israel Ancam Balas Inggris soal Sanksi Dagang atas Permukiman di Tepi Barat

Muhammad Reyhansyah • 8 September 2026 15:04

Tel Aviv: Sejumlah menteri Israel menyerukan tindakan balasan terhadap Inggris setelah London dilaporkan bersiap menjatuhkan paket sanksi baru terhadap Israel, yang mencakup larangan perdagangan produk dari permukiman Israel di Tepi Barat.

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mendesak pemerintah segera mengusir Duta Besar Inggris, sementara Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir menyerukan sanksi terhadap Inggris dan pengakuan Israel atas kedaulatan Argentina di Kepulauan Falkland.

Seruan tersebut muncul setelah stasiun televisi Israel Channel 15 melaporkan Inggris diperkirakan mengumumkan sanksi baru terhadap Israel pada Selasa, termasuk larangan produk dari permukiman Israel di Tepi Barat.

Dalam unggahan di platform X, Smotrich menuduh pemerintah Inggris bersikap antisemit dan menyerukan agar duta besarnya segera diusir.

"Mandat Inggris atas Tanah Israel telah berakhir," kata Smotrich, dikutip dari Anadolu, Selasa, 8 September 2026.

Sementara itu, Ben-Gvir meminta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengakui kedaulatan Argentina atas Kepulauan Falkland dan menjatuhkan sanksi terhadap Inggris selama Inggris masih mempertahankan penguasaan atas kepulauan tersebut.

"Sudah waktunya Negara Israel secara resmi mengakui bahwa Kepulauan Falkland adalah wilayah Argentina yang diduduki, yang dirampas Inggris secara paksa dari rakyat Argentina," tulis Ben-Gvir.

Ben-Gvir juga menuduh Inggris mengeksploitasi sumber daya minyak di sekitar kepulauan tersebut.

Ancaman tindakan balasan sebelumnya juga disampaikan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar. Pekan lalu, Saar mengatakan Israel akan mengambil tindakan terhadap Inggris jika London benar-benar memberlakukan langkah-langkah terhadap Israel.

"Jika Inggris mengambil tindakan terhadap Negara Israel, Israel akan mengambil tindakan terhadap Inggris. Kami memiliki alatnya," kata Saar kepada surat kabar Yedioth Ahronoth.

Pernyataan itu muncul setelah Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband mengatakan London akan mengumumkan paket langkah komprehensif terkait permukiman Israel dalam beberapa pekan mendatang.

Ancaman sanksi Inggris berkaitan dengan rencana perluasan permukiman di kawasan E1, wilayah strategis di Tepi Barat yang diduduki. 

Kelompok hak asasi Israel Ir Amim, Bimkom, dan Peace Now sebelumnya melaporkan pemerintah Israel telah membuka tender pembangunan 1.234 unit perumahan sebagai bagian dari proyek tersebut, yang secara keseluruhan diproyeksikan mencakup sekitar 3.400 unit.

Perkembangan ini menambah ketegangan diplomatik antara London dan Tel Aviv di tengah meningkatnya kecaman Inggris terhadap perluasan permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Baca juga: Inggris Siapkan Larangan Dagang dengan Permukiman Israel di Tepi Barat

(Willy Haryono)