Suasana Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Foto: Metro TV/Damar.
Penyesuaian Tarif Masuk Taman Margasatwa Ragunan Jadi Rp10 Ribu Belum Final
Muhammad Adyatma Damardjati • 5 September 2026 18:54
Jakarta: Penyesuaian tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR) dari Rp3.000 menjadi Rp10 ribu menuai pro dan kontra. Dipastikan, hal itu masih bersifat wacana, belum final.
"Untuk penyesuaian tarif tersebut merupakan usulan dari Taman Margasatwa Ragunan. Ini masih merupakan usulan, jadi tarif belum berubah, saat ini masih tarif yang lama," ujar Humas Taman Margasatwa Ragunan, Bambang Wahyudi, Sabtu, 5 September 2026.
Wacana yang tengah dibahas bersama Komisi C DPRD DKI Jakarta tersebut memunculkan beragam tanggapan dari kalangan pengunjung. Pihak manajemen meluruskan bahwa angka tersebut merupakan inisiatif murni dari pihak pengelola, bukan usulan dewan.
Menanggapi wacana tersebut, Liana, salah seorang pengunjung asal Jakarta Barat, menilai penyesuaian tarif harus jelas peruntukannya. Ia menuntut adanya bukti perbaikan nyata di lapangan apabila kebijakan tarif baru direalisasikan.
"Kalau memang nanti tarifnya naik ya harapannya tentu wacana untuk pemeliharaan satwa dan perbaikan fasilitasnya ini benar dilaksanakan. Jadi bukan hanya sekedar kenaikan tarifnya saja," ungkap Liana.

Ilustrasi Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Foto: Metrotvnews.com/Siti Yona Hukmana.
Di sisi lain, pengunjung bernama Qanita merasa kenaikan dari tarif awal Rp4.000 menjadi Rp10.000 terlalu drastis. Menurut dia, hal itu berpotensi memberatkan masyarakat kelas menengah ke bawah.
Ia berpendapat bahwa pemeliharaan satwa semestinya mendapat dukungan dana dari pemerintah. Dia pun mengusulkan pennaikan harga tiket masuk TMR di kisaran Rp5.000 hingga Rp6.000 saja.
"Itu harusnya tugasnya dari pemerintah setempat buat akumulasi dana, karena kalau kayak gitu jujur memberatkan masyarakat. Dibanding fasilitas, saya lebih milih buat harganya dipertimbangkan," ujar Qanita.