Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Minyak Naik Tipis Dibayangi Ketegangan di Selat Hormuz
Eko Nordiansyah • 8 September 2026 08:15
Houston: Harga minyak naik pada Senin, 7 September 2026 melanjutkan kenaikan tajam mingguan, seiring serangan AS dan Iran terhadap kapal-kapal di dalam dan sekitar Selat Hormuz. Hal ini meningkatkan kekhawatiran gangguan berkepanjangan terhadap pasokan minyak mentah melalui jalur air vital tersebut.
Dikutip dari Investing, Selasa, 8 September 2026, kontrak berjangka minyak mentah Brent, naik 1,1 persen menjadi USD97,36 per barel. Sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,1 persen menjadi USD92,46 per barel.
Brent naik delapan persen pekan lalu, sementara WTI melonjak hampir 10 persen, seiring melambatnya aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Serangan baru AS-Iran di Selat Hormuz
Lalu lintas di selat tersebut telah turun ke tingkat terendah sejak Mei, menurut data yang dikutip dalam laporan media. Hanya dua kapal yang melintasi jalur air tersebut pada Sabtu, diikuti oleh enam kapal pada Minggu.Rata-rata pergerakan 10 hari turun menjadi 10 kapal. Sebelum dimulainya perang Iran pada akhir Februari, sekitar 125 kapal komoditas besar melintasi selat tersebut setiap hari, sekitar seperlima dari total lalu lintas kapal tanker global.
Otoritas Iran telah mengisyaratkan rencana untuk menetapkan zona terlarang di dekat selat tersebut dalam beberapa hari mendatang. Penetapan ini dilakukan setelah pasukan AS menyerang dan melumpuhkan tiga kapal tanker minyak Iran selama akhir pekan.
"Pasar minyak tetap mendapat dukungan kuat dengan minimnya tanda-tanda perdamaian antara AS dan Iran," kata analis ING dalam sebuah catatan. Namun, mereka menambahkan bahwa meskipun terjadi eskalasi, minyak terus mengalir."
Sementara itu, kelompok produsen OPEC+ menyatakan setelah pertemuan pada Minggu, mereka akan mempertahankan tingkat produksi minyak tetap stabil pada Oktober.
Keputusan OPEC+ menghentikan tren peningkatan produksi selama enam bulan terakhir seiring dengan beralihnya fokus kelompok tersebut untuk menentukan kuota produksi baru bagi 2027.