KTT ke-18 BRICS berlangsung di New Delhi, India pada 12-13 September 2026. (X / @BricsIndia2026)
Ketahanan hingga Inovasi Jadi Fokus Pembahasan di Hari Kedua KTT ke-18 BRICS
Willy Haryono • 13 September 2026 14:19
New Delhi: Jajaran pemimpin negara anggota dan mitra BRICS berkumpul di hari kedua KTT ke-18 BRICS di New Delhi, India pada Minggu, 18 September 2026, menghadiri sesi terbuka bertajuk “Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth."
Dikutip dari Anadolu Agency, pertemuan di hari terakhir ini membahas penguatan ketahanan, inovasi, kerja sama, dan pembangunan berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan global yang inklusif.
KTT BRICS kali ini dihadiri para pemimpin dari kelompok yang telah berkembang menjadi 11 negara anggota.
Kelompok tersebut terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan sebagai anggota awal yang menjadi asal nama BRICS. Lima negara tersebut kemudian bergabung dengan Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Selain anggota penuh, BRICS juga memiliki sejumlah negara mitra yang turut dilibatkan dalam kerangka kerja sama kelompok. Negara-negara mitra tersebut mencakup Belarus, Bolivia, Kazakhstan, Kuba, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam.
Xi, Putin, hingga Pezeshkian Hadir
Sejumlah pemimpin utama menghadiri pertemuan di New Delhi, termasuk Presiden China Xi Jinping, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dan Presiden Rusia Vladimir Putin.Perdana Menteri India Narendra Modi sebagai tuan rumah juga hadir bersama para pemimpin dan pejabat tinggi dari negara-negara anggota lainnya.
Para pemimpin dan pejabat senior dari Kazakhstan, Vietnam, Malaysia, Uzbekistan, Thailand, Kuba, Belarus, Nigeria, dan Uganda turut menghadiri rangkaian KTT tersebut.
Kehadiran negara anggota dan mitra menunjukkan semakin luasnya jaringan kerja sama BRICS sejak kelompok tersebut memperluas keanggotaannya.
BRICS Perkuat Kemitraan dengan Negara Berkembang
Di hari pertama KTT pada Sabtu kemarin, para pemimpin BRICS secara bulat mengadopsi Deklarasi New Delhi. Dalam deklarasi tersebut, BRICS mengakui kontribusi negara-negara mitra terhadap kerja sama kelompok.BRICS juga menegaskan keyakinan bahwa penguatan kemitraan dengan negara-negara pasar berkembang dan negara berkembang (EMDCs) dapat memperkuat semangat solidaritas dan kerja sama internasional.
Deklarasi tersebut turut menegaskan komitmen BRICS untuk membangun kemitraan yang inklusif, saling menguntungkan, dan berorientasi pada pembangunan bersama negara-negara mitra.
BRICS mendorong peningkatan partisipasi negara mitra dalam berbagai agenda dan kerja sama praktis di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama.
Dengan jumlah anggota dan mitra yang semakin besar, BRICS kini mencakup sekitar 49,5 persen populasi dunia, 40 persen produk domestik bruto (PDB) global, dan 26 persen perdagangan global berdasarkan angka yang dikutip kelompok tersebut.
Tiongkok Jadi Tuan Rumah KTT Berikutnya
KTT BRICS sebelumnya digelar di Rio de Janeiro, Brasil, pada 2025. Setelah pertemuan di New Delhi, Tiongkok dijadwalkan menjadi tuan rumah KTT BRICS berikutnya.Perluasan keanggotaan dan jaringan mitra menjadi salah satu perkembangan utama BRICS dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok tersebut semakin menempatkan kerja sama negara-negara pasar berkembang dan negara berkembang sebagai bagian penting dari agenda ekonominya.
KTT di New Delhi kemudian menjadi forum bagi negara anggota dan mitra untuk memperkuat kerja sama di tengah perubahan ekonomi dan geopolitik global.
Baca juga: Deklarasi New Delhi: BRICS Tolak Pemindahan Paksa Warga Palestina dari Gaza