Populer Ekonomi: Bansos bagi Desil 1 sampai 4 hingga Pembukaan Rekening Massal

Pembagian desil. Foto: dok Desakarangsari.gunungkidulkab.go.id

Populer Ekonomi: Bansos bagi Desil 1 sampai 4 hingga Pembukaan Rekening Massal

Eko Nordiansyah • 14 September 2026 08:00

Jakarta: Pemberitaan mengenai bansos bagi desil 1 hingga 4 menjadi berita paling populer di Kanal Ekonomi Metrotvnews.com, Minggu, 13 September 2026. Selain itu ada pemberitaan mengenai pembukaan rekening massal dukung peningkatan literasi.

Berikut berita paling populer di Kanal Ekonomi Metrotvnews.com:

1. Desil 1 sampai 4 Dapat Bansos Apa Saja? Cek Daftarnya

Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok tingkat kesejahteraan atau desil. Pengelompokan tersebut menjadi salah satu acuan pemerintah dalam menentukan sasaran bantuan sosial (bansos).
Baca selengkapnya di sini

2. Cara Daftar QR Code Pertalite di MyPertamina, Cukup Pakai KTP dan STNK

Bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite masih menjadi pilihan masyarakat untuk mendukung mobilitas sehari-hari. Untuk memastikan penyalurannya lebih tepat sasaran, pembelian Pertalite bagi kendaraan roda empat dilakukan menggunakan kode QR dari program Subsidi Tepat MyPertamina.
Baca selengkapnya di sini

3. Promo KSK Lawson September 2026, Kopi Mulai Rp12 Ribu

Lawson kembali menghadirkan promo Kopi Selasa Kamis (KSK) selama September 2026. Dengan begitu, pelanggan bisa mendapatkan sejumlah pilihan kopi dengan harga mulai dari Rp12 ribu per cup.
Baca selengkapnya di sini

4. OJK: Pembukaan Rekening Massal Sokong Keberlanjutan Literasi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai program pembukaan rekening massal bagi masyarakat memiliki nilai strategis untuk keberlanjutan literasi finansial, meski tingkat kepemilikan rekening (account ownership) di Indonesia terus meningkat dan tinggi.
Baca selengkapnya di sini

5. Airlangga: Negara Berkembang Perlu Terlibat dalam Tata Kelola Global

Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan negara berkembang perlu aktif terlibat dalam proses pembentukan tata kelola global agar kepentingannya dapat terakomodasi dalam berbagai ketentuan internasional.
Baca selengkapnya di sini

(Eko Nordiansyah)