Ilustrasi. Foto: dok Cermati.
Pemerintah Siapkan Saldo Awal Rp50 Ribu untuk Rekening Massal
Husen Miftahudin • 11 September 2026 17:28
Jakarta: Pemerintah tengah mematangkan rencana pemberian saldo awal sebesar Rp50 ribu bagi pembukaan rekening bank untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah berusia 17 tahun.
Program tersebut diperkirakan menyasar sekitar 200 juta penduduk. Pemerintah bekerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) untuk memfasilitasi pembukaan rekening.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan rekening tersebut nantinya dapat digunakan untuk mengonsolidasikan berbagai program pemerintah.
"Jadi kalau rekening ini kan untuk berbagai program pemerintah, jadi nanti dikonsolidasi di BRI maupun di BSI. Nanti yang punya multiple account juga nanti kita akan lihat," ujar Airlangga dalam tayangan Headline News Metro TV, dikutip Jumat, 11 September 2026.
Program tersebut diperkirakan menyasar sekitar 200 juta penduduk. Pemerintah bekerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) untuk memfasilitasi pembukaan rekening.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan rekening tersebut nantinya dapat digunakan untuk mengonsolidasikan berbagai program pemerintah.
"Jadi kalau rekening ini kan untuk berbagai program pemerintah, jadi nanti dikonsolidasi di BRI maupun di BSI. Nanti yang punya multiple account juga nanti kita akan lihat," ujar Airlangga dalam tayangan Headline News Metro TV, dikutip Jumat, 11 September 2026.
(Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dok Kemenko Perekonomian)
Saldo awal diambil dari APBN
Setiap rekening yang dibuka dalam program tersebut nantinya akan mendapatkan saldo awal sebesar Rp50 ribu. Dana tersebut disiapkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Saldo awal tersebut dapat langsung ditarik oleh pemilik rekening sehingga tidak menjadi dana yang mengendap. Rekening juga akan difungsikan untuk mengonsolidasikan penyaluran berbagai program pemerintah.
Airlangga menyampaikan peluncuran program tersebut akan dipersiapkan dalam waktu dekat. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap melalui koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Tiaranissa Juliansyah)