Wakapolri Tekankan Pentingnya Integritas kepada 282 Perwira Remaja Akpol

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo. Foto: Divisi Humas Polri.

Wakapolri Tekankan Pentingnya Integritas kepada 282 Perwira Remaja Akpol

Fachri Audhia Hafiez • 23 July 2026 12:39

Jakarta: Sebanyak 282 Perwira Remaja (Paja) Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan ke-58 Batalyon Ksatrya Hawin Sarwahita Tahun 2026 mengikuti Tradisi Penyambutan Perwira Remaja di Rupatama Mabes Polri, Jakarta. Tradisi ini dipimpin oleh Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo sebagai penanda dimulainya fase baru pembentukan para lulusan Akpol. 

“Hari ini adalah hari kebanggaan, tetapi esok adalah hari pembuktian. Bangsa ini menaruh harapan besar di pundak kalian. Jadilah perwira yang cerdas, berintegritas, humanis, dan adaptif, dengan Tribrata serta Catur Prasetya sebagai kompas dalam setiap langkah pengabdian,” kata Dedi saat memimpin tradisi di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, dikutip Kamis, 23 Juli 2026.
 


Dedi menegaskan bahwa bekal utama seorang perwira bukan sekadar kemampuan teknis, melainkan kepercayaan publik yang diraih lewat keteladanan. Menurutnya, tindakan menyimpang dari satu oknum dapat merusak kepercayaan masyarakat yang telah dibangun oleh seluruh jajaran kepolisian.

Selain masalah integritas, Dedi mengimbau para lulusan Akpol untuk adaptif terhadap perkembangan zaman. Perkembangan teknologi yang masif memicu lahirnya berbagai kejahatan baru, mulai dari kejahatan siber, penyebaran hoaks, radikalisme digital, hingga kejahatan transnasional.

"Kondisi tersebut menuntut setiap perwira untuk terus belajar, menguasai teknologi, memanfaatkan data, serta mengedepankan pendekatan ilmiah dalam setiap pengambilan keputusan," ujar Dedi.


Sebanyak 282 Perwira Remaja (Paja) Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan ke-58 Batalyon Ksatrya Hawin Sarwahita Tahun 2026 mengikuti Tradisi Penyambutan Perwira Remaja di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan. Foto: Divisi Humas Polri.

Rangkaian tradisi tersebut diikuti 249 Polisi Laki-laki (Polki) dan 33 Polisi Wanita (Polwan). Prosesi diisi dengan penghormatan kepada Panji-panji Kepolisian, pembacaan ikrar, penciuman Panji-panji, pengalungan bunga, hingga penyerahan pedang perwira.

Tradisi ini menjadi gerbang awal pembentukan karakter kepemimpinan para Perwira Remaja. Mereka akan memasuki tahapan pendidikan sebagai Perwira Siswa (Pasis) untuk menjawab tantangan penegakan hukum menuju Indonesia Emas 2045.

(Fachri Audhia Hafiez)