Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani (kedua kiri) dalam rapat kerja Rapat Kerja (Raker) Komisi V DPR. Foto: ANTARA/HO-BMKG.
Perkuat Mitigasi di Sumatra, BMKG Operasikan Empat Radar Cuaca Strategis
Fachri Audhia Hafiez • 28 January 2026 20:56
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat langkah mitigasi dan penanganan pascabencana di wilayah Sumatra dengan menyiagakan alat operasi utama (Aloptama). Fokus utama diarahkan pada penyediaan data terintegrasi untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Aceh, Sumatrra Utara, hingga Sumatra Barat.
"Tugas kami adalah melakukan pengelolaan data tunggal dan terintegrasi terkait rehabilitasi dan rekonstruksi lintas kementerian, lembaga, dan daerah. Kami juga rutin setiap hari mengirimkan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika untuk mendukung Satgas ini," ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani saat rapat kerja bersama Komisi V DPR, dilansir dari Antara, Rabu, 28 Januari 2026.
Faisal menjelaskan, BMKG mengandalkan empat unit radar cuaca yang tersebar di Bandara Sultan Iskandar Muda, Bandara Kualanamu, Nias, dan Padang. Selain radar, terdapat puluhan unit Automatic Weather Station (AWS) dan Automatic Rain Gauge (ARG) yang bertugas menyuplai informasi cuaca mulai dari nowcasting hingga prakiraan jangka panjang enam bulanan.
"Berbagai cara kami coba lakukan, dan saat ini sedang berlangsung proses untuk meningkatkan antarmuka (interface) BMKG dengan melibatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) agar dapat bersaing dengan platform cuaca global yang beredar luas," jelas Faisal.
.jpeg)
Dokumentasi longsor yang melanda Aceh. Foto: BPBD.
Selain penguatan data digital, BMKG juga aktif menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di empat provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Lampung. Faisal mengeklaim intervensi teknologi ini menunjukkan hasil positif dalam mengendalikan potensi cuaca buruk di wilayah tersebut.
"Saat ini, OMC masih berlangsung di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan masing-masing satu pesawat, serta tingkat keberhasilan pengurangan curah hujan di atas 30 persen," tambah Faisal.
Keterlibatan aktif BMKG ini merupakan amanat dari Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana. BMKG kini bergabung dalam Bidang Pengelolaan Data untuk memastikan proses pemulihan infrastruktur dan sosial masyarakat didasarkan pada data cuaca dan iklim yang akurat.