Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Bhudi Hermanto (kanan). Foto: Metrotvnews.com/Siti Yona Hukmana.
Polisi Segera Periksa Orang Tua Lula Lahfah
Siti Yona Hukmana • 28 January 2026 12:19
Jakarta: Polisi segera memeriksa orang tua selebgram Lula Lahfah dalam proses penyelidikan kematian kekasih Reza Oktovian (Reza Arap) itu. Keterangan orang tua dibutuhkan untuk mengetahui alasan menolak autopsi.
Padahal, autopsi merupakan salah satu cara untuk memastikan penyebab kematian Lula. Oleh karena tidak ada autopsi, kematian Lula hingga kini masih misteri.
"Ya pasti, karena ada pertanyaan kenapa pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 28 Januari 2026.
Bhudi menyampaikan berdasarkan keterangan dokter di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, tidak ada tanda-tanda kekerasan dan penganiayaan di tubuh Lula. Sehingga, pihak keluarga memutuskan menerima dan tidak ingin dilakukan bedah mayat atau autopsi.
Budi mengatakan dalam proses penyelidikan kematian Lula, penyelidik Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa 10 saksi. Antara lain asisten rumah tangga (ART), supir, asisten pribadi, dua orang teknisi apartemen Essense Darmawangsa, Jakarta Selatan, hingga kekasih Lula, Reza Arap.
Bhudi menyebut masih ada sejumlah pihak yang perlu dimintai keterangan. Seperti teman Lula berinisial V, yang hingga kini belum hadir; orang yang datang ke Apartemen Essense Darmawangsa setelah penemuan jasad Lula, dokter dari klinik Depok yang mengeluarkan surat keterangan kematian, hingga manajer Lula.
"Kita harus melakukan pemeriksaan, tidak ada maksud lain, kita ingin melihat secara runtun. Kami juga pada saat nanti konferensi pers setelah semuanya terkumpulkan kami akan sampaikan termasuk Science Crime kedatangan kegiatan didukung dari CCTV yang ada, yang sudah kami rangkum," pungkas Bhudi.
.jpg)
Selebgram Lula Lahfah dan Reza Oktovian (Reza Arap). Foto: Instagram.
Lula ditemukan tidak bernyawa dengan posisi telentang dan kaku di kamarnya Apartamen Essense Darmawangsa, Jakarta Selatan pada Jumat, 23 Januari 2026. Penemuan ini bermula dari asisten rumah tangga (ART) yang curiga Lula tidak merespons dari pagi hingga petang.
Terlebih pada dini harinya, Jumat, 23 Januari 2026 pukul 02.00 WIB, Lula terdengar mengerang kesakitan. Diduga kesakitan ini terkait dengan pascaoperasi batu ginjal dan penyakit asam lambung akut yang dideritahya.
ART pun melapor ke petugas keamanan apartemen dan membuka pintu kamar yang terkunci bersama-sama pukul 18.44 WIB. Ditemukan Lula dengan kondisi tidak bernyawa dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.
Petugas keamanan bersama polisi hanya menemukan obat-obatan dan surat rawat jalan dari RSPI. Lula dibawa ke RS Fatmawati, Jaksel untuk visum. Namun, pihak keluarga tidak setuju dilakukan visum dengan alasan menjaga privasi korban. Lula dimakamkan di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur pada Sabtu, 24 Januari 2026.