KY Umumkan 81 Calon Hakim Ad Hoc MA Lolos Seleksi Administrasi

Ilustrasi hakim. Foto: MI.

KY Umumkan 81 Calon Hakim Ad Hoc MA Lolos Seleksi Administrasi

Devi Harahap • 22 April 2026 13:08

Jakarta: Komisi Yudisial (KY) mengumumkan sebanyak 81 calon hakim ad hoc Mahkamah Agung (MA) lolos seleksi administrasi. Mereka terdiri dari 20 calon hakim ad hoc HAM dan 61 calon hakim ad hoc Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Anggota KY Andi Muhammad Asrun menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat. “KY menyatakan calon yang memenuhi syarat administrasi hanya 20 orang calon hakim ad hoc HAM di MA dan 61 calon hakim ad hoc Tipikor di MA,” kata Andi dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 22 April 2026.

Juru bicara KY Anita Kadir menjelaskan, calon hakim ad hoc HAM berasal dari berbagai latar belakang profesi. Yakni, empat akademisi, sembilan pengacara, dan 7 dari profesi lainnya.

Dari sisi gender dan pendidikan, komposisinya juga beragam. Berdasarkan jenis kelamin, terdiri atas 16 laki-laki dan 4 perempuan. 

"Sementara tingkat pendidikan, ada 1 sarjana, 10 magister, dan 9 doktor,” kata Anita

Untuk calon hakim ad hoc Tipikor, Anita menyebut mayoritas berasal dari kalangan penegak hukum. Yakni, 22 hakim, sembilan akademisi, sembilan jaksa, tujuh pengacara, dan 14 profesi lainnya.

“Berdasarkan jenis kelamin, terdiri atas 55 laki-laki dan 6 perempuan. Sementara tingkat pendidikan, ada 5 sarjana, 31 magister, dan 25 doktor,” tambah Anita.

Para kandidat akan melanjutkan ke tahap seleksi kualitas pada awal Mei 2026. “Para calon akan menjalani seleksi kualitas pada 5 dan 6 Mei 2026 di Jakarta,” kata Anita.

Ilustrasi hakim. Foto: MI.

KY juga meminta partisipasi publik dalam menilai rekam jejak para calon hakim ad hoc. Proses seleksi ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan MA, termasuk posisi hakim ad hoc HAM dan Tipikor yang saat ini masih kosong.

“Masyarakat dengan identitas yang jelas diharapkan dapat memberikan informasi atau pendapat secara tertulis tentang rekam jejak calon hakim ad hoc di MA paling lambat 5 Juni 2026,” ujar Anita.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)