Sungai Balo-Balo Meluap, Permukiman dan Lahan Pertanian di Luwu Timur Terendam

Ilustrasi banjir merendam permukiman warga, lahan persawahan, dan area perkebunan. Foto: Antara

Sungai Balo-Balo Meluap, Permukiman dan Lahan Pertanian di Luwu Timur Terendam

Silvana Febiari • 11 May 2026 12:02

Luwu Timur: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir melanda Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada pukul 10.00 WITA, Jumat, 8 Mei 2026. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Balo-Balo yang merendam permukiman warga, lahan persawahan, dan area perkebunan.

"Luapan Sungai Balo-Balo yang merendam permukiman warga dan lahan persawahan serta perkebunan di Desa Balo-Balo, Kecamatan Watu," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Senin, 11 Mei 2026. 
 


Akibat kejadian tersebut, sedikitnya enam kepala keluarga (KK) terdampak. Selain itu, hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat sekitar 80 hektare lahan persawahan, 10 hektare kebun sawit, dan 10 hektare area tambak turut terdampak.

"Pada Minggu (10 Mei) banjir dilaporkan telah surut menyusul tim gabungan melakukan penanganan dan monitoring ketinggian air," ujar Abdul. 

Memasuki periode peralihan musim dari penghujan menuju kemarau, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

"Perubahan pola cuaca yang terjadi pada masa transisi musim berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi singkat yang dapat memicu banjir, tanah longsor, dan angin kencang," ungkap Abdul. 


Ilustrasi banjir. Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri


Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana diminta untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi pemerintah, seperti BMKG dan BNPB. Masyarakat juga diharapkan menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air.

Pemerintah daerah turut didorong untuk memastikan sistem peringatan dini berjalan optimal, meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan, menyiapkan jalur evakuasi serta logistik darurat, dan memperkuat sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)