Pramono Segera Siapkan Tempat Penggemukan Sapi Dharma Jaya di Ciangir

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan kepada awak media di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.

Pramono Segera Siapkan Tempat Penggemukan Sapi Dharma Jaya di Ciangir

Siti Yona Hukmana • 23 February 2026 15:46

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku segera memproses permintaan Dharma Jaya untuk mengelola tempat penggemukan sapi di kawasan Ciangir, Banten. Lankah ini dilakukan guna mencukupi stok daging di ibu kota.

“Untuk keperluan (daging) jangka menengah, tadi dari Dirut Dharma Jaya juga menyampaikan bahwa mereka ingin mengelola tempat untuk rumput, supaya bisa dipakai untuk penggemukan sapi-sapi yang ada, tempatnya di Ciangir. Kami akan memproses untuk itu,” kata Pramono seperti dilansir dari Antara, Senin, 23 Februari 2026.

Pramono mengatakan bila hal tersebut bisa dilakukan, maka kebutuhan daging sapi di Jakarta dapat dikelola dengan baik oleh Dharma Jaya. Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta baru saja menerima impor sapi dari Australia sebanyak 3.100 ekor di Dermaga 101, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pramono mengatakan apabila Jakarta masih membutuhkan stok tambahan daging sapi, maka pihaknya kembali mengimpor daging sapi. Total kuota yang didapatkan Jakarta, yaitu sebanyak 7.500 ekor sapi Australia.

Sebelumnya, Perumda Dharma Jaya memastikan ketersediaan stok daging sapi dan ayam dalam kondisi aman menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri 2026. Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan, saat ini stok daging sapi yang tersedia mencapai 1.246 ton dan daging ayam sebanyak 435 ton. Selain itu, terdapat 1.594 ekor sapi hidup yang siap dipotong sesuai kebutuhan pasar.

"Insya Allah, akhir Februari ini akan datang lagi sekitar 500 sampai 600 ekor sapi dari Australia. Ini akan menjadi tambahan stok untuk Jakarta, bahkan jika diperlukan, kami masih memiliki cadangan sekitar 1.000 ekor lagi yang bisa dimanfaatkan untuk membantu stabilisasi harga," kata Raditya.

Sapi. Foto: Medcom.id

Raditya menjelaskan kebutuhan daging di Jakarta tergolong besar. Dalam setahun, kebutuhan daging sapi mencapai sekitar 73.100 ton, sedangkan daging ayam menembus 182.230 ton. Secara konsumsi per kapita, daging sapi berada pada kisaran 2,3 hingga 5 kilogram per orang per tahun, sementara daging ayam sekitar 11 kilogram per orang per tahun.

Menurut Raditya, peningkatan kebutuhan biasanya terjadi menjelang dan selama Ramadan. Meskipun masyarakat berpuasa, konsumsi daging justru cenderung naik, terutama dari sektor hotel, restoran, dan kafe.Meski demikian, Dharma Jaya berkomitmen menjaga agar harga daging sapi dan daging ayam tetap terjangkau. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)