Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Km

Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran. (Metro TV/ Lorien Nurajay Oxa)

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Km

Metro TV • 25 August 2026 15:37

Magelang: Aktivitas Gunung Merapi kembali meningkat. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat terjadi Awan Panas Guguran (APG) yang mengarah ke sektor barat daya.

Petugas Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Magelang, Basith, melaporkan awan panas guguran tersebut memiliki estimasi jarak luncur 2.000 meter ke arah barat daya, tepatnya di hulu Kali Sat/Putih. Amplitudo maksimum APG tercatat 59,3 milimeter dengan durasi 142,81 detik.

"Pukul 11.04 WIB terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter mengarah ke barat daya atau hulu Kali Sat," kata Basith di Magelang, Selasa, 25 Agustus 2026.

Berdasarkan pengamatan visual dan kegempaan selama enam jam terakhir hingga pukul 12.00 WIB, Gunung Merapi secara umum terlihat jelas. Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tinggi juga teramati membumbung sekitar 400 meter di atas puncak atau 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Selain satu kali gempa Awan Panas Guguran, BPPTKG mencatat 22 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-34 milimeter dan durasi 50,32-203,77 detik. Kemudian, tercatat 17 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-23 milimeter dan durasi 11,54-47,95 detik, serta satu kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 3 milimeter dan durasi 32,73 detik.

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran susulan di area bahaya.


Petugas Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Magelang menunjukkan gambar erupsi Gunung Merapi. (Metro TV/ Lorien Nurajay Oxa)

Belum ada laporan mengenai dampak hujan abu hingga Selasa siang. Masyarakat di sekitar lereng Merapi pun masih beraktivitas normal.

Meski demikian, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di zona bahaya sesuai rekomendasi yang telah ditetapkan. Masyarakat juga diminta mewaspadai ancaman lahar hujan di alur sungai.

"Masyarakat yang berada di wilayah KLB Gunung Merapi agar menjauhi wilayah bahaya dan sungai yang berhulu di Gunung Merapi," ujar Basith.

BPPTKG akan meninjau kembali status aktivitas Gunung Merapi apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. (Lorien Nurajay Oxa)

(Silvana Febiari)