Dua penari komunitas Mata Holang memperingati ulang tahun Inggit Garnasih. (Metrotvnews.com/P Aditya)
Bertepatan Imlek, Tarian Kisah Inggit Garnasih dan Pengusaha Tionghoa Bangkitkan Toleransi
P Aditya Prakasa • 18 February 2026 08:26
Bandung: Jejak perjuangan dan keteladanan Inggit Garnasih kembali dihidupkan lewat panggung seni. Sejumlah seniman yang tergabung dalam komunitas Mata Holang memperingati hari lahir Inggit dengan menampilkan tarian kontemporer bertajuk “Inggit dan Kain-Batik Tan Tjoei Gin” di depan Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung, Selasa, 17 Februari 2026.
Peringatan ini bertepatan dengan hari kelahiran Inggit pada 17 Februari 1888. Sosok perempuan tangguh yang pernah mendampingi Presiden pertama RI, Soekarno, itu dikenal bukan hanya sebagai istri, tetapi juga sebagai tulang punggung keluarga pada masa-masa sulit perjuangan.

Dua penari komunitas Mata Holang memperingati ulang tahun Inggit Garnasih. (Metrotvnews.com/P Aditya)
Melalui pertunjukan tari, komunitas Mata Holang mengangkat kisah relasi harmonis Inggit dengan pengusaha keturunan Tionghoa, Tan Tjoei Gin, yang menjadi mitra bisnisnya dalam usaha kain dan pakaian pada era kolonial.
“Bertepatan dengan Tahun Baru Imlek ini diharapkan menjadi momentum yang tepat bagi warga Bandung untuk tidak melupakan sejarah, dan semakin memperkuat rasa toleransi yang sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila,” kata pegiat seni Mata Holang, Gatot Gunawan, Selasa, 17 Februari 2026.
Gatot menjelaskan, pertunjukan tersebut bukan sekadar pagelaran seni, melainkan sarana edukasi sejarah kepada masyarakat. Dalam koreografinya, para penari membawa kain batik sebagai simbol hubungan bisnis dan persahabatan antara Inggit dan Tan Tjoei Gin.
“Momentum ini sebagai sarana untuk memperkuat akulturasi budaya, yang ditunjukkan melalui ketubuhan penari yang terinspirasi dari idiom gerak tari tradisional, busana menggunakan kebaya, samping motif Merak Ngibing dengan warna khas perayaan Imlek, yaitu warna merah dan kuning, serta sanggul yang dihiasi tusuk konde khas budaya Tionghoa,” jelas Gatot.

Dua penari komunitas Mata Holang memperingati ulang tahun Inggit Garnasih. (Metrotvnews.com/P Aditya)
Warna merah dan kuning yang mendominasi kostum menjadi simbol perayaan Imlek sekaligus representasi akulturasi budaya Sunda dan Tionghoa yang telah terjalin sejak lama di Kota Bandung.
Peringatan hari lahir Inggit ini menjadi pengingat bahwa sejarah perjuangan bangsa tak hanya diwarnai tokoh besar di panggung politik, tetapi juga peran perempuan dan jejaring sosial lintas etnis yang menguatkan semangat kebangsaan.