Antisipasi Narkotika Jenis Baru, BNN Luncurkan Early Warning System

Logo BNN. Foto: Dok. BNN.

Antisipasi Narkotika Jenis Baru, BNN Luncurkan Early Warning System

Zaenal Arifin • 18 February 2026 17:25

Jakarta: Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN) RI meluncurkan early warning system atau sistem peringatan dini narkotika. Sistem ini diluncurkan untuk mengantisipasi temuan narkotika jenis baru atau new psychoactive substances (NPS) yang beredar di Indonesia.

“(Untuk) antisipasi, makanya kita membuat suatu sistem namanya early warning system terkait dengan NPS ini," ujar Kepala Pusat Laboratorium BNN RI Brigjen Supiyanto di Gedung BNN RI, Cawang, Jakarta Timur, Rabu, 18 Februari 2026.
 


Diungkapkan Supiyanto, sistem tersebut telah terintegrasi dalam website resmi BNN. Sehingga, dapat diakses masyarakat luas.

"Jadi setiap ada penemuan NPS baru akan kita alert, kita masukkan di dalam website kami, sehingga masyarakat siapa pun bisa melihat perkembangan NPS yang ada di Indonesia,” jelas Supiyanto.

Dia menuturkan setiap tahun terdapat temuan NPS baru di Indonesia, dimana zat-zat tersebut dapat diproduksi di dalam negeri melalui clandestine lab maupun diselundupkan dari luar negeri.

“Artinya bahwa setiap tahun itu ada temuan-temuan NPS baru yang ada di Indonesia. Itu bisa juga dibuat di Indonesia melalui clandestine lab atau juga melalui penyelundupan-penyelundupan dari luar negeri,” kata Supiyanto.


Ilustrasi narkoba. Foto: Dok. Freepik.com.

Data BNN RI mencatat, saat ini terdapat 1.444 jenis narkotika baru secara global. Dari jumlah tersebut, BNN telah mengidentifikasi 100 jenis NPS yang ditemukan di Indonesia.

“Per hari ini sudah ada 1.444 jenis narkoba baru, kita sudah mengidentifikasi 100 NPS. Jadi jenis baru di luar narkotika yang biasa, di luar ganja, di luar sabu, itu sudah kita menemukan 100 jenis,” ujar Supiyanto.

BNN berharap melalui sistem peringatan dini ini, masyarakat dapat lebih cepat mengetahui perkembangan jenis narkotika baru serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di Tanah Air.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)